NEW YORK, Bisnistoday- Peritel daring Amazon menyatakan pada Kamis (17/112) akan terus memangkas pekerjaan hingga tahun 2023. Hal ini, sesuai proses perencanaan tahunannya berlanjut di tengah ekonomi yang menantang dan proses penyesuaian perusahaan.
“Keputusan tersebut akan dibagikan kepada karyawan dan organisasi yang terkena dampak pada awal tahun 2023”, kata Andy Jassy, yang menjadi Chief Executive Officer perusahaan pada tahun 2021, dalam sebuah surat kepada karyawan Amazon.
Jassy menambahkan perusahaan sedang meninjau ulang perencanaan operasi tahunan untuk membuat keputusan tentang apa yang harus diubah di setiap bisnisnya.Amazon belum memutuskan berapa banyak peran lain yang akan terpengaruh dari perubahan tersebut.
Pengecer daring itu memberhentikan sejumlah karyawan di grup perangkatnya pada Rabu (16/11) dan seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan perusahaan masih menargetkan sekitar 10.000 PHK, termasuk di divisi ritel dan sumber daya manusia.
Menurut sejumlah laporan media pada Rabu (16/11) sebagaimana diwartakan Xinhua pada baru-baru ini, proses pemutusan hubungan kerja (PHK) ditujukan untuk seluruh bagian perusahaan.
“Sebagai bagian dari proses peninjauan perencanaan operasi tahunan, kami selalu meninjau setiap bisnis kami dan hal-hal yang menurut kami harus diubah,” kata Kelly Nantel, juru bicara Amazon, sebagaimana dikutip dalam laporan TechCrunch, belum lama ini.
“Setelah melakukan proses tersebut, mengingat lingkungan ekonomi makro saat ini (serta perekrutan cepat yang kami lakukan dalam beberapa tahun), sejumlah tim melakukan penyesuaian, yang dalam beberapa kasus berarti posisi-posisi tertentu tidak lagi diperlukan. Kami tidak menganggap enteng keputusan ini, dan kami berupaya mendukung setiap pegawai yang terdampak,” tambahnya.
Target 10 Ribu Karyawan
The New York Times sebelumnya mengatakan bahwa Amazon sedang berencana memberhentikan sekitar 10.000 pegawainya di divisi korporat dan teknologi, seraya menambahkan bahwa PHK ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut. Angka itu mewakili sekitar 3 persen dari tenaga kerja korporatnya, dan jumlah total pegawai yang terkena PHK “masih tentatif” dan dapat berubah.
Dalam kesempatan terpisah, seorang narasumber mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Amazon berencana memberhentikan ribuan pegawainya. Amazon dilaporkan memiliki 798.000 pegawai pada akhir 2019 dan 1,6 juta karyawan penuh dan paruh waktu per 31 Desember 2021./Ant




































