www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home EKONOMI Amerika Serikat Terbiasa Drama Default Utang
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Amerika Serikat Terbiasa Drama Default Utang

Gedung The Fed di Wahington DC.
The Federal Reserve di Washington, AS.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Amerika Serikat (AS), dalam hal ini Kementerian Kuangan dipastikan mampu mengelola utangnya sendiri dengan berakhir drama default utang pada 1 Juni 2023 mendatang (happy ending). Negara maju ini sudah sekian kali mengakui kendala gagal bayar kewajiban utang, namun kesekian kali juga selesai tanpa problem.

“Sudah puluhan kali AS mengalami krisis utang yang mengarah ke default atau gagal bayar. Tapi selama itu pula AS bisa lolos dari krisis utang karena DPR AS memutuskan melebarkan rasio defisit utang AS terhadap total PDB-nya,” ungkap Ryan Kiryanto, Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Jakarta.

Selain itu, menurut Ryan Kiryanto, negara-negara kreditur AS dan korporasi global yang memegang surat utang AS (obligasi pemerintah AS) sepakat merestrukturisasi kewajiban utang AS sehingga tidak terjadi default.

“Jadi, lupakan soal default AS karena negara ini sudah teruji dalam menghadapi dan menyelesaikan masalahnya,” cetusnya.

Sementara, mengenai dampak terhadap perekonomian nasional, Ryan Kiryanto berpandangan. dampak ke ekonomi nasional juga terbatas. Hal ini, karena yang bermasalah adalah fiskal AS, bukan dunia usaha atau sektor swastanya.

“Apalagi, ekonomi AS sejauh ini masih tumbuh positif meskipun rendah, pertanda bahwa ekonomi AS mampu terhindar dari hard landing,” terangnya.

Tak Mampu Bayar

Sementara, kabar terakhir bahwa Departemen Keuangan AS menegaskan kembali pada Senin (15/5), bahwa masih terdapat kemungkinan tidak mampu bayar kewajiban utang pemerintah AS sampai per Juni 2023.

Inipun sebagai pemicu agar kongres Partai Republik dan Gedung Putih segera mencapai kesepakatan beberapa waktu mendatang terkait plafon utang. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen mengaku tidak memenuhi semua kewajiban per Juni, sehingga memicu gagal bayar.

Yellen juga mengutarakan, Departemen Keuangan kemungkinan akan kekurangan dana tunai untuk membayar tagihan per Juni.Itu terjadi sehari sebelum Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan bertemu dengan Ketua DPR Kevin McCarthy./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & Bisnis

Hingga September 2026, Kemendag Catat Tren Positif Perdagangan Luar Negeri  

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Indonesia kembali mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026...

Kabareskrim
HEADLINE NEWS

Bareskrim Ungkap Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden hingga Tokoh Politik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap dugaan praktik penyadapan telepon...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Prospek Industri Sedang Baik, Menperin Sarmuji Minta Kadin Manfaatkan Momentum

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang...