JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintahan alokasikan anggaran belanca negara pada tahun 2022 sebesar Rp2.708,7 triliun.
Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.938,3 triliun dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp770,4 triliun.
“Belanja negara dalam RAPBN 2022 direncanakan sebesar Rp2.708,7 triliun,” ujarnya,dalam Pidato Pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2022 Beserta Nota Keuangannya, Senin (14/8).
Anggaran pendidikan masih menjadi yang terbesar dari alokasi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2022 yaitu sebesar Rp541,7 triliun. Hal ini disebabkan pemerintah masih mengedepankan pembangunan sumber daya manusia.
Sedangkan sektor kesehatan mendapatkan porsi sebesar Rp255,3 triliun atau 9,4 persen dari belanja negara.
“Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi. Kita harus menyiapkan SDM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai- nilai Pancasila, berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa,” imbuhnya.
Untuk perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp427,5 triliun.
“Dana ini untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memenuhi kebutuhan dasarnya dan dalam jangka panjang diharapkan akan mampu memotong rantai kemiskinan,” jelasnya.
Untuk terus melanjutkan pembangunan tahun 2022 yang berkelanjutan, pemerintah pusat juga mempersiapkan anggaran pembangunan infrastruktur senilai Rp384,8 triliun.
Sementara itu, dana TKDD dalam RAPBN 2022 difokuskan pada peningkatan kualitas belanja daerah agar terjadi percepatan dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan.
Pemerintah juga menargetkan dana TKDD digunakan untuk pemulihan ekonomi di daerah, peningkatan kualutas infrastruktur, pembangunan SDM pendidikan, dan sebagainya.









































