www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Angka Persalinan Caesar di Indonesia Tembus 25%, Dokter: Bayi Perlu Intervensi Mikrobiota Usus Hingga 3 Tahun Pertama
Sport & Health

Angka Persalinan Caesar di Indonesia Tembus 25%, Dokter: Bayi Perlu Intervensi Mikrobiota Usus Hingga 3 Tahun Pertama

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday –  Angka persalinan dengan metode caesar atau C-Section di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kondisi ini sudah jauh di atas batas toleransi yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

dr. Febriansyah Darus,  Sp.OG, Subsp.KFm, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, menyebut peningkatan tersebut terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Proses kelahiran caesar atau C Section tidak melalui jalur vagina ibu terus meningkat. Tahun 2017 menempati 9,7 persen dari seluruh kelahiran. Kemudian tahun 2018 terus naik 17,6 persen dan pada tahun 2020 sudah naik diperkirakan mencapai 25 persen,” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/9).

Padahal, WHO memberikan toleransi dengan menyarankan proses caesar sekitar 10-15 persen dari seluruh kelahiran. “Indonesia sudah jauh di atas saran WHO,” tegas dr. Febriansyah.

Jakarta Tertinggi, Disusul Jatim dan Sumut

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, terdapat lima provinsi dengan tingkat persalinan caesar tertinggi di Indonesia.

“Kota Jakarta tingkat pertama dengan tinggi 31 persen, disusul Jatim, dan Sumut dan Bali. Sedangkan survei Kesehatan Indonesia Kota Bali tertinggi,” jelas dr. Febriansyah.

Ia menambahkan, tingginya angka caesar di beberapa negara maju seperti Amerika Latin dan Amerika Utara tidak setinggi di Indonesia.

3 Faktor Indikasi Utama Caesar
Menurut dr. Febriansyah, keputusan melakukan caesar sangat dipengaruhi oleh 3 faktor utama: kondisi ibu, janin, dan waktu persalinan.

1. Faktor Ibu: Terkait kondisi kesehatan ibu yang tidak berhubungan langsung dengan organ fertilitas. Contohnya penyakit jantung dan gagal ginjal.
2. Faktor Janin: Seperti kelainan janin, ketuban pecah dini, posisi janin melintang, dan berat badan bayi yang sangat besar.
3. Faktor Waktu: Berkaitan dengan grafik persalinan normal yang tidak sesuai progres.

“25 persen jauh lebih tinggi dari 2018. Indikasi caesar bisa teekait ibu, janin dan waktu. Ibu misalnya sakit jantung, gagal ginjal, faktor kehamilan, ketuban pecah. Janin, lintang, sangat besar bayinya. Indikasi waktu lebih ke grafik persalinan normal,” paparnya.

Dampak Caesar terhadap Mikrobiota Usus Bayi

dr. Febriansyah juga menyoroti dampak metode persalinan terhadap kesehatan bayi jangka panjang, khususnya pada mikrobiota usus.

“Jalan lahir normal banyak membawa kuman baik dan tidak baik. Kalau proses caesar maka bayi berpotensi terpapar bakteri patogen atau kuman jahat. Padahal keduanya sama-sama penting untuk menjaga keseimbangan usus,” katanya.

Variasi bakteri ini akan mempengaruhi biota usus. Karena itu, untuk bayi yang lahir caesar sangat dibutuhkan ASI eksklusif dari ibunya.

“Apabila bayi lahir caesar dibutuhkan ASI ibunya karena mengandung HMOs untuk mendorong kuman biota yang seimbang. Maka untuk bayi diperlukan simbiontik makanan dan pertumbuhan mikrobiota. Dengan memberikan tambahan prebiotik untuk menambahkan agar keseimbangan mikrobiota usus,” jelasnya.

1000 Hari Pertama Krusial untuk Intervensi

Senada dengan itu, dr. dr. Andy Darma, Sp.A, Subsp.GH(K), Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, menekankan pentingnya menjaga komposisi mikrobiota sejak dini.

“Mikrobiota menambahkan, yang terpenting bukan jumlah bakteri baik dan jahat tetapi komposisi yang ideal atau tepat dan suasana yang tepat,” kata dr. Andy.

Ia menjelaskan, mikrobiota merupakan ‘rumah’ dari bakteri dan mikroorganisme lain di dalam tubuh. Masa 3 tahun pertama kehidupan adalah periode paling krusial.

“Mikrobiota harus terjaga hingga 3 tahun kelahiran. Dalam tiga tahun pertama ini paling krusial karena dinamika perubahan sangat cepat dan akhirnya setelah tiga tahun menjadi stabil,” ungkapnya.

dr. Andy menyarankan, waktu paling optimal untuk melakukan intervensi adalah 1000 hari pertama kehidupan. Khusus untuk bayi lahir caesar, intervensi perlu dilakukan hingga 3 tahun pasca kelahiran.

“Apabila intervensi, maka waktu paling baik atau optimal adalah 1000 hari pasca kelahiran. Apabila lahir dengan caesar, maka butuh intervensi tiga tahun pasca kelahiran dan setelah itu akan sulit untuk diubah komposisi mikrobiota usus,” pungkasnya.

Para ahli kesehatan pun mengimbau agar persalinan caesar hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis yang jelas, dan tidak semata-mata karena faktor non-medis, agar kesehatan jangka panjang ibu dan bayi tetap terjaga.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Primaya Hospital
Sport & Health

Primaya Hospital Melakukan Instalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Primaya Hospital Group menjadi rumah sakit pertama di Asia...

Puluhan Peserta dari Berbagai Negara Ikut Pelatihan Voli di Sentul, Jawa Barat. (dok: Humas PP PBVSI)
Sport & Health

Puluhan Peserta dari Mancanegara Ikut Kursus Kepelatihan Voli di Sentul

JAKARTA, Bisnistoday.co.id -  Puluhan peserta dari berbagai negara mengikuti kursus kepelatihan bola...

Rute SMARTFREN Fun Run Bandung dimulai dari Balai Kota Bandung. Peserta bergerak menuju Jalan Jawa, melewati kawasan Polres Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Bangka dan Jalan Sunda.
LIFESTYLESport & Health

SMARTFREN Fun Run Dekatkan Jaringan 5G dengan Lifestyle Masyarakat Bandung

BANDUNG, Bisnistoday.co,id — SMARTFREN Fun Run Bandung akan digelar di Balai Kota...

FIFA Asean 2026
HEADLINE NEWSSport & Health

Drama Adu Penalti di SUGBK, Timnas Indonesia Resmi Rengkuh Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id  – Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dengan...