BANDUNG, Bisnistoday -Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi momentum Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk terus mendorong masyarakat semakin aktif berolahraga. Upaya tersebut dilakukan sekaligus dengan memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kota Bandung.
Kabar positif datang dari tingkat aktivitas olahraga masyarakat Kota Bandung. Berdasarkan survei Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 63 persen masyarakat Kota Bandung tercatat aktif berolahraga pada Juni–Juli 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan sekitar 42 persen pada periode 2024–2025.
Peningkatan aktivitas olahraga masyarakat ini menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran warga Bandung terhadap pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan Haornas menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya membangun budaya olahraga secara berkelanjutan.
Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran jasmani, tetapi juga memiliki dampak terhadap kualitas hidup masyarakat secara lebih luas.
“Diharapkan ke depan warga Bandung itu tetap berolahraga, sehingga tetap sehat jasmani, sehat rohani, dan sehat ekonomi,” ujar Sigit.
Pemkot Bandung pun terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya melalui berbagai kegiatan dan agenda olahraga yang digelar di Kota Bandung.
Pengembangan olahraga masyarakat dinilai penting untuk berjalan beriringan dengan pembinaan olahraga prestasi. Dengan demikian, olahraga di Kota Bandung tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi wadah bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, mengatakan peningkatan tingkat aktivitas olahraga masyarakat menjadi salah satu kabar positif dalam momentum Haornas 2026.
Ia menyebut hasil survei UPI menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
“Haornas tentunya menjadi momentum untuk mengajak masyarakat Kota Bandung agar lebih aktif bergerak dan tidak mager. Alhamdulillah, berdasarkan survei dari Universitas Pendidikan Indonesia, tingkat aktivitas olahraga masyarakat Kota Bandung meningkat. Dari sekitar 42 persen pada 2024–2025, kini pada survei Juni–Juli 2026 meningkat menjadi 63 persen,” ujar Nuryadi.
Menurut Nuryadi, peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat Bandung mengenai pentingnya aktivitas fisik.
Ia berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Ini tentu menjadi hal yang positif. Kami berharap tren ini terus meningkat, karena olahraga bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
KONI Bandung Perkuat Pembinaan Atlet Menuju Porprov 2026
Selain meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, KONI Kota Bandung juga terus memperkuat pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Kota Bandung menjadi salah satu daerah tuan rumah pendamping yang akan menyelenggarakan sejumlah pertandingan cabang olahraga pada Porprov Jawa Barat 2026.
Nuryadi menegaskan bahwa pencapaian prestasi olahraga membutuhkan proses pembinaan yang konsisten. Keberhasilan atlet tidak dapat dicapai secara instan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan yang konsisten, kerja keras atlet, dukungan pelatih, serta kolaborasi seluruh pihak. Kami berharap semangat ini terus terjaga menuju Porprov 2026,” kata Nuryadi.
Peringatan Haornas 2026 di Kota Bandung diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.
Dengan meningkatnya persentase warga yang aktif berolahraga hingga 63 persen, Kota Bandung memiliki modal positif untuk membangun budaya hidup aktif di tengah masyarakat.
Pemkot Bandung bersama Dispora dan KONI Kota Bandung terus mendorong olahraga masyarakat sekaligus pembinaan atlet berprestasi melalui berbagai kegiatan, event olahraga, dan program pembinaan.
Semakin banyak masyarakat yang aktif bergerak diharapkan dapat menciptakan masyarakat Kota Bandung yang lebih sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik.








































