Press "Enter" to skip to content

Asing Lakukan Aksi Jual, IHSG Makin Tertekan

IHSG dan rupiah pada perdagangan Rabu (8/9) ditutup melemah.
Social Media

JAKARTA, Bisnistodat- Aksi jual oleh investor asing kembali terjadi pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 86,38 poin ke posisi 6.026,02. Sementara indeks LQ45 turun 14,78 poin ke posisi 856,6.

Pada perdagangan hari ini,  pergerakan IHSG didominasi oleh penurunan seiring dengan kekhawatiran menjelang pertemuan bank sentral terkait kebijakan stimulus moneternya.

Dibuka menguat, tak lama IHSG melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor perindustrian paling dalam yaitu minus 1,8 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor properti masing-masing minus 1,79 persen dan minus 1,58 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu teknologi sebesar 0,08 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp541,85 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.423.784 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,55 miliar lembar saham senilai Rp12,09 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 376 saham menurun, dan 142 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pada Rabu sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 265,07 poin atau 0,89 persen ke 30.181,21, indeks Hang Seng naik 32,7 poin atau 0,12 persen ke 26.320,93, dan indeks Straits Times terkoreksi 39,37 poin atau 1,27 persen ke 3.069,16.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.253 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.213 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah hari ini memang menunjukkan ada faktor teknikal dan pasar sudah mulai melakukan profit taking setelah menguat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir,” kata analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya seperti dikutit Antara.

Meski demikian, Rully menilai pergerakan nilai tukar rupiah masih akan cukup stabil ke depan. “Selain itu, juga ada faktor global yang berpengaruh yaitu rebound dolar AS terhadap beberapa mata uang lainnya. Terlihat indeks dolar AS rebound dan saat ini berada pada level 92,58,” ujar Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.240 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.235 per dolar AS hingga Rp14.278 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.266 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.195 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *