www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Awal Tahun Kurs Rupiah Stagnan di Poisisi Rp15.573 per Dolar AS
BursaBURSA & KORPORASI

Awal Tahun Kurs Rupiah Stagnan di Poisisi Rp15.573 per Dolar AS

RUPIAH STAGNAN: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan awal tahun 2023, Senin (2/01) ditutup stagnan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan awal tahun 2023, Senin (2/01) ditutup stagnan atau sama dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp15.573 per dolar AS.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Senin (2/01) menyebutkan stagnan-nya kurs rupiah dipengaruhi oleh data AS yang suram dan konsolidasi akhir tahun menyeret indeks dolar AS (DXY) untuk meraih level terendah baru dalam tujuh bulan. PMI Manufaktur AS pada Desember berada di level 46,2, turun dari 47,7 pada November yang berarti industri manufaktur AS mengalami kontraksi.

PMI Manufaktur adalah indeks yang mengukur pertumbuhan industri manufaktur suatu negara. Jika nilainya di atas 50, maka industri manufaktur mengalami ekspansi.

Baca juga: Menjelang Ganti Tahun Rupiah Menguat

PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2022 tercatat pada level 50,9 sedangkan pada sebelumnya ada di level 50,3 yang artinya pertumbuhan industri manufaktur Indonesia mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya.

Dolar AS telah memangkas kenaikannya dalam beberapa pekan terakhir karena investor mencari tanda-tanda kapan siklus kenaikan suku bunga The Fed akan berakhir.

The Fed telah menaikkan suku bunga dengan total 425 basis poin sejak Maret dalam upaya untuk mengekang lonjakan inflasi.

Dengan likuiditas yang lebih rendah karena liburan, indeks dolar yang mengukur kekuatan terhadap enam mata uang utama saingannya posisi terakhir turun sekitar 0,314 persen di 103,52.

Risalah pertemuan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (4/1), serta angka ketenagakerjaan AS bulan Desember pada Jumat (6/1) akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pekan ini.

Sementara itu, dari Eropa, ada komentar hawkish dari Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde. Lagarde mengisyaratkan bahwa bank sentral harus menghentikan pertumbuhan upah yang cepat agar tidak memicu inflasi.

Setelah itu, komentar dari Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner memperkirakan bahwa inflasi di ekonomi terbesar Eropa itu turun ke 7 persen dan terus turun pada 2024 dan seterusnya, tetapi percaya harga energi yang tinggi akan menjadi normal baru.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.495 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.495 per dolar AS hingga Rp15.584 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp15.572 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.592 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...