www.bisnistoday.co.id
Rabu , 12 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan Bahas Reunifikasi Korea, Penasihat Presiden Korsel Bertemu Ibu Megawati Soekarnoputri
Politik & Keamanan

Bahas Reunifikasi Korea, Penasihat Presiden Korsel Bertemu Ibu Megawati Soekarnoputri

Megawati
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Prof Kim Soo IlFoto: Monang Sinaga
Social Media

JAKARTA , Bisnistoday – Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Prof Kim Soo Il membahas persoalan geopolitik termasuk upaya reunifikasi Korea di kediaman Ibu Megawati, Menteng, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Saat pertemuan, Ibu Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Prof Rokhmin Dahuri.

Hasto menerangkan dalam dialog dengan Prof Kim, yang merupakan mantan Duta Besar Korsel untuk Timor Leste, dibahas hubungan baik dan kedekatan Ibu Megawati dengan pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan. Apalagi selama ini, atas permintaan kedua pemimpin Korea, Ibu Megawati dikenal menjadi special enyoy atau utusan khusus untuk menjembatani hubungan dan mengupayakan penyatuan kembali kedua negara.

Baca Juga:Megawati Soekarnoputri Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?

“Dalam pertemuan, disinggung kembali dan mengharapkan Ibu Megawati menjalankan peran strategis guna mendorong perdamaian di Semenanjung Korea,” ujar Hasto.

Presiden Pertama RI Soekarno memiliki peran historis yang unik dalam hubungan dengan Semenanjung Korea, terutama dengan Korea Utara, karena menjalin persahabatan erat dengan pemimpin pertamanya, Kim Il Sung.

Bahkan, bunga Kimilsungia, anggrek ungu pemberian Soekarno kepada Kim Il Sung sebagai simbol sejarah yang kuat antara kedua negara kemudian menjadi bunga nasional Korea Utara.

Hasto menambahkan kedekatan Soekarno dengan Korea Utara berlanjut saat Ibu Megawati menjabat sebagai Presiden ke-5 bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il di Pyongyang pada 2002.

Diuraikan Hasto, meski Ibu Megawati tidak lagi menjabat presiden, namun upaya reunifikasi yang melibatkan dirinya tetap berjalan. Bahkan, Ibu Megawati dua kali mengunjungi Korea Utara, yaitu pada April dan Oktober 2005. Dalam kunjungan tersebut, dibahas hubungan bilateral, dan upaya reunifikasi Korea.

“Dengan Korea Selatan, Ibu Megawati juga dekat bahkan diundang saat pelantikan Presiden Korsel. Pernah juga menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts pada 2022. Pada 2015 Ibu Megawati menerima gelar doktor dari Korean Maritime University, dan 2017 menerima gelar doktor dari Mokpo National University. Sebelumnya, Ibu Megawati diundang dan menjadi pembicara utama dalam DMZ International Forum on the Peace Economy di Seoul, Korea Selatan, pada 2019. Forum ini membahas perdamaian dan reunifikasi Korea,” tambah Prof Rokhmin.

Pada kesempatan tersebut, Hasto menjelaskan bahwa Korut dan Korsel memiliki kesamaan sebagai satu bangsa, bahasa, dan budaya yang oleh karena perang dingin kemudian terbelah menjadi dua.

“Sehingga apa yang dilakukan Ibu Megawati merupakan aktualisasi dari pemikiran Bung Karno yang sejak awal mendorong perdamaian di Korea pada perang dingin guna menghindari perpecahan dari satu bangsa yang juga memiliki sejarah perlawanan terhadap penjajahan,” sebut Hasto.

Dialog berlangsung hangat apalagi Prof Kim, yang pernah menjabat sebagai Konsul Kehormatan RI di Busan selama 14 tahun (1993-2007), sangat fasih bicara bahasa Indonesia.

Usai tukar cinderamata, Ibu Megawati sambil bercanda sempat menanyakan umur Prof Kim.

“Sekarang berapa umur Prof, Kim” tanya Ibu Megawati.

“Saya 73 tahun,” jawabnya.

“Masih lebih muda. Saya 79,” kata Ibu Megawati sambil tersenyum.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politik & Keamanan

Pengamat Unpad Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri Usai Imbauan Lawan Begal

BANDUNG, Bisnistoday - Pengamat Sosial Universitas Padjadjaran (Unpad) Herry Wibowo mengingatkan masyarakat...

Partai Gelora
Politik & Keamanan

Perang di Timteng Jadi Frozen Konflik, Mahfuz Sidik: Kekuatan Amerika di Teluk Bakal Benar-benar Lumpuh

JAKARTA, Bisnistoday- Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, perang antara Iran...

wamen pkp fahri hamzah kementerian pkp program 3 juta rumah.
Politik & Keamanan

Fahri Hamzah: Indonesia Darurat Perbaikan Sistem Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, Bisnistoday- Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan...

Politik & Keamanan

Erwin Mengaku Tak Pernah Diajak Bahas APBD dan Program Kerja Kota Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah...