www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home EKONOMI Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan

Gubernur BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI 2023 cenderung tumbuh lebih tinggi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Dyas Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesat 50 basis poisn (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen. Selain itu, BI juga meningkatkan suku bungan deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari 3 persen menjadi 3,5 perse dan 4,5 persen menjadi 5 persen.

“Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran dua persen hingga empat persen pada paruh kedua 2023,” kata Gubernur BI,  Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan September di Jakarta, Kamis (22/9).

Perry menyebutkan, langkah tersebut juga dilakukan guna memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

BI juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi melalui berbagai cara, yakni memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya.

Kemudian memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai bagian untuk pengendalian inflasi dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian atau penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya turut melanjutkan penjualan atau pembelian SBN di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan imbal hasil (yield) SBN tenor jangka pendek, sejalan dengan kenaikan suku bunga BI7DRR dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah.

“Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan tekanan inflasi lebih bersifat jangka pendek dan akan menurun kembali ke sasarannya dalam jangka menengah panjang,” tutur Perry.

Otoritas moneter turut melanjutkan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada aspek profitabilitas bank serta mendorong percepatan dan perluasan implementasi digitalisasi pembayaran di daerah melalui pemanfaatan momentum pelaksanaan dan penetapan pemenang Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Tak ketinggalan, Perry menyampaikan BI juga terus mendorong akselerasi pencapaian Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) 15 juta pengguna dan peningkatan penggunaan BI-FAST dalam transaksi pembayaran./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Industri Hijau Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Peluang Ekonomi Baru

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan transformasi menuju industri hijau...

Ekonomi & Bisnis

Ketika Semua Bank Mulai Terlihat Sama, Bagaimana Memenangkan Preferensi dan Loyalitas Customer?

Jakarta, Bisnistoday.co.id,—Persaingan di industri financial services kini tidak lagi semata-mata soal siapa...

Ekonomi & Bisnis

Super Emas Buka Cabang ke 8, Reza Rizky Darmawan: Kita Selalu Transparan Dalam Menilai Kadar

Bogor, Bisnistoday.co.id,- Toko Super Emas yang menjadi pioneer dan selalu siap menerima...

Ekonomi & Bisnis

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 : Buka Kesempatan Bisnis Indonesia Ke Dunia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Pameran business-to-business (B2B) internasional di sektor makanan dan minuman,...