www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 3 Oktober 2026
Home GLOBAL Biden Akan Mencalonkan Kembali pada 2024
GLOBAL

Biden Akan Mencalonkan Kembali pada 2024

Presiden Joko Widodo membahas sejumlah penguatan kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, di Scottish Event Campus (SEC), Glasgow, Skotlandia, pada Senin (1/11).
Social Media

GEDUNG PUTIH, Bisnistoday, – Presiden Amerika Serikat Joe Biden bermaksud mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden 2024, kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Senin (22/11).

Biden (79 tahun) telah mengalami penurunan tingkat kepuasan publik atas kinerjanya dalam beberapa bulan terakhir.

Perkembangan itu membuat beberapa anggota Partai Demokrat bertanya-tanya mengenai kemungkinan Biden tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden selama empat tahun lagi.

“Dia akan mencalonkan diri lagi. Itu niatnya,” kata Psaki saat Biden berangkat dengan pesawat Air Force One untuk menghadiri acara Thanksgiving bersama pasukan AS di Fort Bragg, Carolina Utara.

Para anggota partai Demokrat AS terguncang oleh kemenangan Partai Republik dalam pemilihan di Negara Bagian Virginia pada awal November dan kemenangan tipis Demokrat di New Jersey.

Sejumlah pertanyaan telah muncul tentang kelangsungan karir Wakil Presiden AS Kamala Harris pada 2024 seandainya Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh media USA TODAY bersama Suffolk University baru-baru ini menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Harris hanya mencapai 28 persen.

Biden menjalani pemeriksaan fisik pertama pada Jumat (19/11) sejak menjabat pada Januari 2021. Para dokter mengamati bahwa Biden terlihat kaku ketika berjalan dan sering mengalami batuk karena refluks asam. Namun, para dokter mengatakan sang presiden sehat dan layak menjalani tugas.

Prospek politik Biden minggu lalu tampaknya telah didukung oleh pengesahan Kongres untuk rencana infrastruktur senilai satu triliun dolar AS (sekitar Rp14,26 kuadriliun).

Namun, rencana pengeluaran untuk paket jaringan pengaman sosial senilai dua  triliun dolar AS (sekitar Rp28,52 kuadriliun) masih diperdebatkan di Kongres.


Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...