www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home GLOBAL Covid-19 Meningkat, AS Sarankan Warganya Tidak ke Jerman dan Denmark
GLOBAL

Covid-19 Meningkat, AS Sarankan Warganya Tidak ke Jerman dan Denmark

Covid-19 di Jerman Meningkat kembali
Social Media

WASHINGTON- Bisnistoday,-  Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin menyarankan warga mereka agar tidak bepergian ke Jerman dan Denmark karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di kedua tersebut.

CDC meningkatkan status peringatan perjalanannya ke “Tingkat Empat: Sangat Tinggi” untuk kedua negara Eropa itu dan memberi tahu warga Amerika agar mereka menghindari perjalanan ke Jerman dan Denmark.

Sementara Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan imbauan paralel (dengan CDC) untuk warga “Tidak Bepergian” ke kedua negara itu.

CDC saat ini mencantumkan sekitar 75 negara tujuan di seluruh dunia dalam daftar status peringatan perjalanan Level Empat.

Banyak negara Eropa masuk dalam daftar itu termasuk Austria, Inggris, Belgia, Yunani, Norwegia, Swiss, Rumania, Irlandia, dan Republik Ceko.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada para pemimpin partai konservatif bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu tidak cukup.

Merkel mengatakan bahwa tindakan yang lebih tegas perlu dilakukan, menurut berita Reuters pada Senin.

Jumlah kasus COVID-19 di Jerman telah melonjak, terutama di antara warga lansia yang telah menerima dua suntikan pertama vaksin COVID-19 pada awal 2021, dan di antara anak-anak yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi.

Pada awal November, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara Eropa harus berupaya lebih keras untuk mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut saat jumlah kematian dan kasus baru melonjak.

Tingkat penularan saat ini di 53 negara Eropa menjadi “keprihatinan besar” dan jumlah kasus baru mendekati tingkat rekor serta diperburuk oleh varian virus Delta yang lebih menular, kata Hans Kluge dari WHO memperingatkan.

“Kita harus mengubah taktik kita, dari bereaksi terhadap lonjakan COVID-19, menjadi pencegahan sejak awal,” katanya.

Jerman telah memutuskan untuk membatasi sebagian besar kegiatan publik di area-area di mana rumah sakit dipenuhi pasien COVID-19.

Tetangga Jerman, Austria, pada Senin memberlakukan penguncian (lockdown) penuh setelah mengumumkan beberapa pembatasan baru pekan lalu.

Penjabat Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada Jumat (19/11) memperingatkan bahwa Jerman kemungkinan akan mengikuti langkah Austria itu.

CDC AS secara terpisah menurunkan status imbauan perjalanan COVID-19 dari Level Empat menjadi “Level Tiga: Rendah” untuk Israel, Aruba, Kepulauan Virgin AS, Curacao, dan Guadeloupe.

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...