www.bisnistoday.co.id
Senin , 28 September 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana
Nasional

BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana

Social Media

MEDAN, Bisnistoday – Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir. Termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun 2025 di Pulau Sumatra.

“Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatra,” kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Penegasan ini disampaikan Dr Ardhasena saat menjadi pembicara pada Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di Kampus USU (Universitas Sumatra Utara) Medan, Selasa (10/2).

Dalam paparannya, Dr Ardhasena menyampaikan ada 10 badai tropis yang awal tumbuhnya di Laut Banda. Jika diperluas sedikit ke arah selatan, ada lebih dari 30 siklon tropis yang tercatat tumbuh di sana. “Wilayah ini sering menjadi titik awal bibit siklon,” katanya.

Perubahan iklim yang ditandai cuaca ekstrem, kata Dr Ardhasena, juga mendorong terjadinya curah hujan ekstrem di Sumatra pada November dan Desember tahun lalu. Curah hujan yang ekstrem antara lain disebabkan terjadinya pusaran badai, konvergensi yang membentuk awan secara masif pada wilayah pertemuan angin, dan konveksi (mekanisme perpindahan panas) akibat pemanasan permukaan air laut yang membentuk awan secara masif.

“Hingga Juni tahun ini akan terjadi curah hujan yang tinggi di kawasan Selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut, perlu diantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat,” kata Ketua Umum A3I (Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia) tersebut.

Dari data satelit BMKG, siklon tropis Senyar pada November 2025 lalu, membuat curah hujan sangat tinggi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi yaitu Singkil Utara (Aceh) dengan curah hujan 225.0 mm, dan empat wilayah di Sumbar yaitu Limau Purut 182.0 mm, Ulakan Tapakis 177.0 mm, Staklim Padang Pariaman 167.5 mm, dan Tambang Semen Padang 145.0 mm.

“Tiga wilayah di Kabupaten Langkat Sumatra Utara yaitu Gebang, Cempa, dan Secanggang juga mencatat curah hujan yang sangat tinggi pada akhir November tahun lalu,” katanya.

Kata Dr Ardhasena, normal curah hujan adalah 474 mm. Namun curah hujan pada November 2025 mencapai 1356 mm. Dan curah hujan saat terjadi bencana adalah tiga kali dari curah hujan pada November 2025.

“Perubahan iklim adalah perubahan signifikan dalam pola cuaca global atau regional yang terjadi dalam
jangka waktu panjang, biasanya puluhan tahun hingga berabad-abad. Dan tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam pencatatan suhu bumi,” katanya.

Curah hujan maksimum harian, kata Dr Ardhasena, di masa depan semakin meningkat dan kejadian ekstrem makin sering terjadi.
Curah hujan lebih dari 250 mm yang
memiliki periode ulang 100
tahun pada periode saat ini,
pada masa depan menjadi semakin
sering karena memiliki periode
ulang yang lebih pendek menjadi
di bawah 20 puluh tahun saja.

“Jadi, perubahan iklim global di mana suhu bumi semakin memanas, adalah penyebab utama terjadi bencana seperti hujan ekstrem sehingga memicu tanah longsor,” katanya.(*)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

TIM SAR
Nasional

Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 Makin Gencar, Tercatat 71 Penumpang Belum Ditemukan

BANJARMASIN, Bisnistoday- Berdasarkan data Basarnas pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 WITA, dari...

Kabiro Humas
Nasional

Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah

JAKARTA, Bisnistoday - Masyarakat yang mengurus peralihan hak atas tanah kini dapat...

Nasional

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

JAKARTA, Bisnistoday - Kabar duka menyelimuti dunia seni dan politik Indonesia. Putra...

Hutama Karya
Nasional

Pemulihan Warga Terdampak Banjir Bandang Kab. Solok, Hutama Karya Grup Bantu Logistik dan Alat Berat

SOLOK, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama anak perusahaan...