www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 29 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis BPS : Ekonomi Kuartal II-2023 Tumbuh 5,17%
Ekonomi & Bisnis

BPS : Ekonomi Kuartal II-2023 Tumbuh 5,17%

MENTERI PERDAGANGAN ZULKIFLI Hasan Pantau Pasar.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 berada pada level 5,17 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan, secara kuartal ke kuartal (qtq) mengalami kenaikan sebesar 3,86 persen apabila dibandingkan dengan kuartal I-2023.

Besaran nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku Indonesia hingga kuartal II-2023 mencapai Rp5.226,7 triliun dan secara harga konstan Rp3.075,7 triliun. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik BPS Moh Edy Mahmud secara daring di Jakarta, Senin (7/8).

Secara terperinci, Edy Mahmud melaporkan bahwa dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 dengan nilai kontribusi 2,77 persen.

Komponen terbesar yang memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi adalah yang pertama konsumsi rumah tangga yang memberikan dorongan sebesar 2,77 persen dari 5,17 persen.

“Kedua adalah komponen PMTB yang 1,39 persen, serta konsumsi pemerintah itu sebesar 0,73 persen dari 5,17 persen,” katanya. Komponen pengeluaran lainnya turut menyumbang sekitar 0,32 persen, sedangkan komponen net ekspor tengah mengalami kontraksi -0,04 persen.

Konsumsi Rumah Tangga

Edy menjelaskan, dari segi PDB, konsumsi rumah tangga terus tumbuh positif mencapai 5,23 persen secara tahunan (yoy) jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu didorong oleh perayaan hari besar keagamaan seperti Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian juga dipengaruhi oleh pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13.

“Dorongan konsumsi rumah tangga tercermin dari peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur hari besar keagamaan dan libur sekolah,” ujarnya.

Kelompok konsumsi rumah tangga yang juga tumbuh tinggi antara lain Transportasi dan Komunikasi, Pakaian, Alas Kaki dan Jasa Perawatannya, serta restoran dan hotel.Kemudian komponen pendorong utama ekonomi dari segi PDB kedua yaitu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tercatat mengalami peningkatan 4,63 persen (yoy).

Konsumsi rumah tangga di Indonesia diprediksi masih akan memainkan peran krusial dalam mendorong ekspansi PDB sepanjang sisa tahun 2023.

“Mobilitas publik kemungkinan akan terus meningkat, yang semakin mendorong konsumsi. Indikator penuntun menunjukkan ketahanan konsumsi di tengah penurunan inflasi, berkat keberhasilan upaya pemerintah dalam memastikan pasokan dan harga pangan yang stabil,” paparnya.

Efek Game Charger

Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia/LPPI mengutarakan, terpantau pertumbuhan PDB tahunan sejak TW4/2021 hingga TW2/2023 secara rerata sedikit di atas 5%.

Hal tersebut, menunjukkan kapasitas optimal pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar sedikit di atas 5% yoy. Untuk pertumbuhan PDB di TW2/2023 yang 5,17% yoy ditopang oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,23% atau setara dengan 53,31% dari total PDB nasional yang tumbuh 5,17%.

“Dukungan pembentukan modal tetap bruto atau investasi juga tumbuh bagus sebesar 4,63% yang setara dengan 27,90% terhadap total PDB nasional. Porsi PMTB ini menggembirakan karena multiplier effects-nya yang luas dan besar bagi perekonomian nasional,” terangnya.

Ryan mengatakan, pengeluaran konsumsi pemerintah juga bagus, melejit sebesar 10,62% yang mengindikasikan serapan belanja yang membaik. Tak kalah pentingnya, pertumbuhan konsumsi LNPRT sebesar 8,62% seiring dengan makin maraknya kegiatan di berbagai ormas dan orpol serta sejenisnya.

“Semua pertumbuhan tersebut merupakan resultan dari game changer berupa dicabutnya kebijakan PPKM yang mendorong mobilitas orang, barang dan jasa. Lonjakan konsumsi rumah tangga yang masif terjadi di April-Mei lalu seiring dengan perayaan hari keagamaan (lebaran idul fitri),” paparnya.

Ini, tambah Ryan, diikuti dengan lonjakan konsumsi pemerintah seiring dengan mobilitas orang, barang dan jasa tersebut. Sementara itu aktivitas ekspor dan impor mengalami kontraksi masing-masing sebesar -2,75% dan -3,08% yang kalau dinetokan ekspor tetap positif alias surplus, dimana kontribusi ekspor sebesar 20,25% dan impor sebesar -18,54%.

Menurutnya, pertumbuhan ekspor yang negatif karena ekspor barang yang menurun meskipun ekspor jasa tetap tumbuh positif. Ke depannya upaya mendorong ekspor non migas atau produk manufaktur harus ditingkatkan untuk mengkompensasi normalisasi ekspor komoditas supaya proceed ekspor atau devisa hasil ekspor (DHE) tetap meningkat secara berkesinambungan.

“Yang menarik, terjadi perbaikan pertumbuhan spasial dimana PDRB pulau Jawa tumbuh bagus sebesar 5,18% dengan share 57,27% terhadap total PDB nasional. Kalimantan tumbuh bagus 5,56% (efek ekspor batubara), Sulawesi juga bagus sebesar 6,64% (efek hilirisasi tambang) dan Maluku & Papua sebesar 6,35% (efek hilirisasi  tambang).”

Perlu diperhatikan pemerintah, lanjut Ryan, dalam konteks pertumbuhan spasial adalah pertumbuhan yang melambat di Bali dan Nusa Tenggara (3,01%) dan Sumatera (4,90% atau di bawah PDB nasional). Yang juga perlu diperhatikan adalah stagnasi kontribusi industri pengolahan yang sebesar 18,25% atau jauh di bawah capaian rerata yang sebesar 25-30% pada dekade-dekade sebelumnya.

Untuk menuju dan menjadi negara maju dengan pertumbuhan PDB nasional rerata 6-7%, maka reindustrialisasi atau hilirisasi menyeluruh dan kreatif-inovatif menjadi salah satu solusinya sekaligus menghindarkan Indonesia dari jebakan negara berpenghasilan menengah (Middle Income Trap/MIT).

“Ini pun masih harus didukung oleh investasi langsung sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya,” paparnya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Industri Alas Kaki
Ekonomi & Bisnis

Kemendag Sinergikan Pengembangan Pasar Ekspor untuk Wilayah Jawa dan Sumatra

JAKARTA, Bisnistoday- Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, saat “Forum...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Buka Pendaftaran Penghargaan Industri Hijau 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, penerapan industri hijau...

Pameran Franchise
Ekonomi & Bisnis

The 25th IFRA Business Expo 2026 Resmi Dibuka, Saatnya Mengubah Peluang Menjadi Kemitraan Bisnis yang Berkelanjutan 

TANGERANG, Bisnistoday – Pertumbuhan konsumsi domestik, perdagangan, serta semakin beragamnya model bisnis...

Toko Emas
Ekonomi & Bisnis

Super Emas Milik Reza Darmawan Ekspansi Cabang Ketujuh di Kebon Jeruk, Mudahkan Transaksi Jual Beli Emas Rusak

​JAKARTA, Bisnistoday.co.id- ​Pengusaha muda bernama Reza Rizky Darmawan kembali mengembangkan bisnisnya. Ia...