www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Diduga Ada Spekulasi Beli, IHSG Menguat
BURSA & KORPORASI

Diduga Ada Spekulasi Beli, IHSG Menguat

IHSG dan rupiah menguat
IHSG dan rupiah pada perdagangan Rabu (07/08) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Setelah dalam beberapa hari perdagangan terkoreksi, pada perdangan akhir pekan, Jumat (29/10) Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 67,27 poin ke posisi 6.591,346, sementara indeks LQ45 juga naik 9,774 poin ke posisi 952,58. Penguatan IHSG kali disinyalir karena adanya aksi spekulasi beli.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova kenaikan IHSG kali ini cenderung bersifat technical rebound saja, di mana pelaku pasar masih cenderung berhati-hati.

Kehati-hatian pasar tersebut juga terlihat dari investor asing yang mencatatkan penjualan bersih alias nett sell tipis menjelang penutupan hari ini.

Dibuka menguat, IHSG terus melesat hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG pun terus berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat di mana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,62 persen, diikuti sektor industri dan sektor infrastruktur masing-masing 1,53 persen dan 1,5 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp586,09 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.203.021 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,27 miliar lembar saham senilai Rp12,93 triliun. Sebanyak 327 saham naik, 188 saham menurun, dan 152 tak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 72,6 poin atau 0,25 persen ke 28.892,689, Indeks Hang Seng turun 178,49 poin atau 0,7 persen ke 25.377,24, dan Indeks Straits Times terkoreksi 5,65 poin atau 0,18 persen ke 3.198,17.

Rupiah Menguat Tipis Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat tipis sebesar 5 poin ke posisi Rp14.167 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.172 per dolar AS. Penguatan kali ini dipengaruhi aliran modal asing yang masih masuk ke pasar domestik.

“Pergerakan rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh modal asing yang masih masuk ke pasar domestik menjelang rilis data inflasi Indonesia pada awal bulan November 2021,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri.

Ia menilai kurs rupiah memang bergerak sideways dan dan cenderung menguat pada akhir pekan ini.

Kendati demikian pelaku pasar masih wait and see terhadap rencana pengurangan pembelian aset atau yang biasa disebut tapering oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang akan dimulai pada bulan November 2021 ini.

“Tekanan tapering seharusnya tidak terlalu besar terhadap rupiah karena sudah diantisipasi oleh pasar dan kondisi fundamental dalam negeri yang jauh lebih baik dibanding tapering pada tahun 2013,” ujar Reny./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan dari The Infobank Insurance Award 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...