JAKARTA, Bisnistoday – Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 menggelar edisi ke-28 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran baru-baru ini. Dalam ajang ini,mampu menarik lebih dari 22,000 pengunjung dari berbagai sektor industri makanan dan minuman.
“Kami sangat terkesan dengan respons luar biasa yang diterima oleh Fi Asia Indonesia 2024. Lebih dari 22,000 pengunjung dari berbagai penjuru dunia, bersama dengan lebih dari 700 peserta pameran dari 38 negara, telah menjadikan acara ini sukses besar. Ini bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang kualitas interaksi yang terjadi di sini,” ungkap Rose Chitanuwat, Regional Portfolio Director (ASEAN), Informa Markets di Jakarta, Kamis (12/9).
Tidak hanya itu, Rose menambahkan, lebih dari 80% peserta pameran telah mengkonfirmasi keikutsertaan mereka kembali pada Fi Asia Indonesia 2026 yang akan diselenggarakan pada 16 – 18 September 2026 mendatang. “Ini menunjukkan betapa pentingnya acara ini sebagai platform utama bagi industri makanan dan minuman untuk membangun koneksi bisnis dan membuka peluang kerjasama yang strategis.”
Pameran Fi Asia Indonesia 2024 kemarin, lanjut Rose, menjadi wadah strategis bagi para profesional dan pelaku bisnis untuk menjalin koneksi, menjajaki peluang kerjasama, serta mengeksplorasi inovasi terbaru dalam industri bahan makanan dan minuman. Dengan lebih dari 700 perusahaan peserta dari 38 negara, Fi Asia Indonesia 2024 terus membuktikan diri sebagai salah satu acara terbesar dan paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Produk Makanan Halal
Sebagai pameran bahan makanan terbesar di Asia, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan LPPOM MUI menghadirkan program menarik sebagai sarana edukasi dan sosialisasi tentang sertifikasi halal.
“Saya melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi tentang produk halal, khususnya untuk mendapatkan informasi tentang pendaftaran sertifikasi produk halal. Kehadiran BPJPH dalam pameran Food Ingredients (Fi) Asia 2024 merupakan bagian dari program edukasi kami tentang pentingnya produk halal khususnya yang berkaitan tentang bahan baku pangan,” tutur Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJPH, Mamat Salamet Burhanudin.
Sertifikasi halal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk. Selain itu, dengan adanya sertifikasi halal diharap dapat menjadi nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di dalam dan luar negeri. Tahap pertama program wajib sertifikasi halal ini akan berakhir pada 17 Oktober 2024./










































