www.bisnistoday.co.id
Kamis , 20 Agustus 2026
Home EKONOMI Perbankan & Asuransi Fundamental Solid, Bank Sampoerna Fokus Penyaluran Pembiayaan UMKM
Perbankan & Asuransi

Fundamental Solid, Bank Sampoerna Fokus Penyaluran Pembiayaan UMKM

Bank Sampoerna
Teller Bank Sampoerna./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian terpenting dari pembiayaan yang disalurkan Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna). Per akhir 2024, sebesar 61,2% pinjaman atau senilai Rp7,4 triliun secara langsung maupun tidak langsung diberikan kepada pelaku UMKM dan 38,8% sisanya atau sekitar Rp4,7 triliun kredit disalurkan kepada nasabah non-UMKM.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, mengatakan, angka pertumbuhan kredit industri perbankan tahun 2024 menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit UMKM relatif sangat terbatas dibandingkan pertumbuhan kredit non-UMKM yang tumbuh hampir 4 kali lebih tinggi.

“Lebih dari 90% pertumbuhan kredit perbankan tahun 2024 berasal dari penyaluran kredit ke non-UMKM. Pun demikian, Bank Sampoerna tetap berkomitmen terhadap UMKM. Kami berterima kasih kepada para mitra, termasuk perusahaan fintech, multifinance, dan koperasi atas komitmen serta sinergi dan kolaborasi dalam memberdayakan UMKM sebagai pilar perekonomian Indonesia melalui pemanfaatan ekosistem digital,”ujar Henky di Jakarta, Selasa (8/4).

Secara keseluruhan, lanjut Henky, pinjaman yang disalurkan Bank Sampoerna per akhir 2024 senilai Rp12,1 triliun meningkat 6,2% dibandingkan jumlah yang disalurkan pada satu tahun sebelumnya. Pertumbuhan pinjaman ini melampaui pertumbuhan pinjaman UMKM di industri perbankan secara keseluruhan yang pada periode yang sama meningkat 3,4%.

Dana Pihak Ketiga Meningkat

Menurutnya,  fungsi intermediasi yang berjalan dengan baik ditunjukkan dengan peningkatan penyaluran kredit yang disertai juga dengan peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Akumulasi DPK per akhir 2024 mencapai Rp13,3 triliun, meningkat 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya per Desember 2023 sebesar Rp12,8 triliun.

“Pertumbuhan kredit dan DPK yang berjalan seimbang mendukung pengelolaan likuiditas yang sehat. Kondisi likuiditas per akhir Desember 2024 sebagaimana ditunjukkan dengan rasio pinjaman terhadap DPK (Loan-to-Deposit Ratio/LDR) berada pada tingkat 90,8%. Kondisi ini kami pandang cukup ideal dalam menyeimbangkan likuiditas dan efisiensi,” ungkap Henky.

Bank yang memiliki misi “memberdayakan masyarakat dengan memberikan kesempatan dan dukungan agar berhasil di sektor UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital” membukukan laba bersih senilai Rp15 miliar di tahun 2024 dengan fundamental keuangan yang kuat untuk dapat terus berkembang.

Mengantisipasi kemungkinan penurunan kualitas kredit yang disalurkan, pada tahun 2024 Bank Sampoerna secara konservatif membukukan beban penurunan nilai aset keuangan (impairment) senilai Rp281 miliar atau meningkat 35% dari yang dibukukan sepanjang tahun sebelumnya. Dengan demikian rasio kredit bermasalah terhadap keseluruhan pinjaman bruto (Gross Non-Performing Loan/NPL ) dijaga pada tingkat 3,8%, dengan NPL neto di 2,0%./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Manulife Indonesia
Perbankan & Asuransi

Manulife Indonesia Perluas Akses Air Bersih bagi Lebih dari 3.000 Warga Kampung Cigaok

JAKARTA, Bisnistoday  - Memperingati 41 tahun perjalanan melayani masyarakat Indonesia, PT Asuransi...

Asuransi Zurich
Perbankan & Asuransi

Tembus Tiga Juta Nasabah, Zurich Perbarui Kantor di Aceh hingga Pontianak

JAKARTA, Bisnistoday – Zurich kini melayani lebih dari tiga juta nasabah, meningkat...

Bank DBS
Perbankan & Asuransi

Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation Orbitkan Para Talenta, SMK dan Perguruan Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday – Coding Camp 2026 powered by DBS Foundation resmi meluluskan...

SEA BANK
Perbankan & Asuransi

SeaBank Catatkan Kinerja Keuangan Positif di Semester I-2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan kinerja keuangan yang solid...