JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian menargetkan, pembangunan gedung Indonesia Manufacturing Center (IMC) selesai 100% pada Juni 2024. Gedung ini pembangunanya dimulai sejak Desember 2022 dan telah mencapai tahap Topping Off atau pemasangan bagian akhir struktur. Sesuai timeline, pada akhir tahun 2023 progress pembangunan ditargetkan mencapai 66%.
“IMC diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan industri di bidang teknologi untuk mendukung program substitusi impor, termasuk juga membantu industri kecil dan menengah dalam mengembangkan produknya,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan sambutan pada Topping Off Pembangunan Indonesia Manufacturing Center di Purwakarta, Selasa (19/9).
“Pendirian IMC oleh Kemenperin dilatarbelakangi oleh challenge dari Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia sudah harus memperhatikan machine making machine (3M) atau memproduksi mesin sendiri.”
IMC juga ditargetkan dapat menjadi wadah mewujudkan kolaborasi Penta-Helix yang efektif, yaitu kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan yang mempunyai peranan penting di bidang pengembangan teknologi industri, seperti perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta, para pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan Pemerintah.
“IMC dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung industri nasional melalui layanan-layanan yang akan diberikan, seperti layanan pengembangan dan transfer teknologi, layanan pengembangan produk-produk industri, layanan hilirisasi dari R&D, layanan pengembangan talent tenaga kerja industri, serta memfasilitasi jejaring kerja sama di antara para pemangku kepentingan,” jelas Menperin.
Produk Dalam Negeri
Menperin menyampaikan, pembangunan IMC telah sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) barang dan jasa mencapai 71,39% (per 13 September 2023). Capaian tersebut meliputi TKDN barang/material hingga 47,32%, dan TKDN jasa 83,46%.
Pembangunan IMC juga mampu memanfaatkan dan memberdayakan potensi lokal daerah Purwakarta dengan melibatkan tenaga kerja dari penduduk sekitar dan menggunakan material yang diproduksi di daerah Purwakarta. Hal ini merupakan upaya memberdayakan industri dalam negeri dan menciptakan lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi perekonomian daerah.
Perkuat Industri Manufaktur
Keberadaan IMC juga diharapkan akan semakin memperkuat peran industri manufaktur di Kabupaten Purwakarta, serta mendatangkan investasi-investasi baru yang berperan membuka lebih banyak lagi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Agus menyampaikan harapannya untuk IMC agar dapat terus berkembang secara dinamis, adaptif, dan inovatif menjadi lembaga yang kolaborasi dan memberikan layanan one stop solution bagi pemecahan tantangan sektor industri dalam hal penguasaan teknologi maupun berinovasi.
Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika melaporkan, Pembangunan IMC bertujuan untuk memenuhi beberapa kebutuhan sektor industri. Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan komunikasi, sosialisasi, dan informasi untuk mengelola kebutuhan bahan baku, komponen, dan proses produksi, serta kebutuhan menggerakkan pertumbuhan ekosistem di setiap sektor industri./








































