JAKARTA, Bisnistoday – Memasuki hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 nanti, atau genap berusia 80 tahun, PT Cemindao Gemilang Tbk atau disebut dengan Semen Merah Putih memaknai dengan kebebasan atau kemerdekaan meraih pendidikan. Salah satu wujud nyata dari pendidikan merdeka yakni program Semen Merah Putih, disebut sebagai Program Mandor Pintar Indonesia (MPI).
“Setiap orang berhak belajar dan berkembang, tanpa dibatasi status sosial atau gelar. Belajar bisa dari mana saja, dari pengalaman, komunitas, hingga pelatihan di tempat kerja,” ungkap Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih, di Jakarta, Jumat (15/8).
Di ranah industri konstruksi, inisiatif kesetaraan akses belajar diwujudkan melalui program Mandor Pintar Institute (MPI) yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan kapasitas pekerja konstruksi, kelompok yang seringkali luput dari akses pendidikan formal.
Lewat MPI, para pekerja diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknis yang relevan, praktis, dan langsung dapat diterapkan di lapangan, mulai dari teknik pengecoran, pengawasan proyek, hingga manajemen keselamatan kerja. Materi dirancang sesuai kebutuhan industri agar berdampak langsung pada kualitas kerja.
Yang membedakan, pelatihan ini juga memberikan sertifikasi keahlian resmi dari badan sertifikasi keahlian dan juga menjalin kerjasama dengan pemerintah, seperti lewat Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW), Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sertifikat ini bukan hanya pengakuan atas kompetensi, tapi juga menjadi nilai tambah penting yang meningkatkan kepercayaan diri serta membuka peluang karier yang lebih luas, baik di proyek nasional maupun swasta.
Melalui MPI, pendidikan bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah debu proyek dan hiruk-pikuk pembangunan, selama ada komitmen untuk membuka pintu belajar bagi semua.
Menurut Nyiayu Chairunnikma, pendidikan selalu menjadi isu yang hangat dibicarakan di Indonesia, apalagi menjelang hari kemerdekaan bulan agustus ini. Pendidikan seharusnya bukan soal siapa yang punya, siapa yang bisa, atau siapa yang beruntung. Pendidikan adalah hak semua orang, hak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi lebih besar.
Tapi kenyataannya, hingga hari ini, masih banyak orang di Indonesia yang belum merasakan akses pendidikan yang layak. Tak sedikit anak yang harus menempuh jarak jauh, menantang keterbatasan ekonomi, bahkan mengalah pada keadaan, hanya demi bisa duduk di bangku sekolah.//



