www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Hingga Agustus 2023, APBN Surplus Rp147,2 Triliun
Ekonomi & Bisnis

Hingga Agustus 2023, APBN Surplus Rp147,2 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2023 surplus sebesar Rp147,2 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Surplus APBN ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan surplus APBN Agustus 2022 yang tercatat sebesar Rp107,9 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat kofenrensi pers APBN KiTa edisi September di Jakarta, Rabu (20/9) mengatakan, surplus APBN pada Agustus diperoleh dari pendapatan negara yang lebih tinggi dari belanja negara.

Menkeu menjelaskan pendapatan negara pada Agustus 2023 tercatat sebesar Rp1.821,9 triliun. Capaian tersebut menandakan realisasi pendapatan negara telah mencapai 74,0 persen dari pagu anggaran.

Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 3,2 persen (year-on-year/yoy) bila dibandingkan capaian Agustus 2022 yang tercatat sebesar Rp1.764,6 triliun.

Sementara belanja negara tercatat sebesar Rp1.674,7 triliun atau tumbuh sebesar 1,1 persen yoy dibandingkan capaian Agustus 2022 sebesar Rp1.656,8 triliun. Dengan perolehan itu, maka realisasi belanja negara pada Agustus telah mencapai 54,7 persen dari pagu anggaran APBN 2023.

Dari kinerja APBN tersebut, Kementerian Keuangan mencatat keseimbangan primer pada Agustus 2023 juga mengalami surplus sebesar Rp422,1 triliun. Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Baca juga: Penyusunan RAPBN 2024 Dimulai, PSI Optimis Namun Tetap Waspada

Dengan demikian, Menkeu menyatakan kinerja APBN hingga Juli 2023 tetap terjaga positif. Pendapatan dan belanja negara yang tumbuh positif mendukung momentum pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat. Namun, Menkeu mengatakan perlambatan pertumbuhan pendapatan tetap perlu diwaspadai.

PMI Manufaktur Menguat

Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa indeks PMI manufaktur Indonesia atau Purchasing Manager’s Index (PMI) masih mencatatkan ekspansi pada level 53,9 poin per Agustus 2023.

Indeks PMI Manufaktur Indonesia meningkat dibandingkan bulan Juni 2023 yang tercatat pada level 52,5 poin. “Indonesia yang masih bertahan PMI ekspansinya, juga menunjukkan suatu aktifitas yang menguat pada level 53,9,” kata Sri Mulyani.

Bersamaan dengan Indonesia, negara lain seperti India, Rusia, Meksiko dan Arab Saudi berada pada zona ekspansi. Di antara negara-negara tersebut, India menjadi negara yang mencatatkan PMI Manufaktur tertinggi di level 58,6.

Selain itu, PMI manufaktur Malaysia tercatat 47,8, serta Vietnam 50,5 poin. “Negara-negara tetangga kita seperti Vietnam sudah mulai merangkak naik mendekati atau sedikit tipis di atas ekspansi PMI manufakturnya, memulih yaitu dari kontraksi merangkak sedikit menuju ekspansi,” ujar Sri Mulyani./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Dalam Pandangan Rocky Gerung

JAKARTA, Bisnistoday—Kehadiran anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung dalam Diskusi bertema "Gerakan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Pemerintah Hilangkan Ketimpangan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gerakan Koperasi Indonesia Siap Ambil Alih Saham Bukopin 

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan gerakan koperasi Indonesia siap...