www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB
Nasional

Husein Sastranegara Bandung dan Empat Bandara Lain Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Pesawat Garuda
PESAWAT Garuda Indonesia mengalami insiden pecah ban di Bandara Hasanudin, Makassar, Kamis (3/9)/
Social Media

TANGERANG, Bisnistoday- Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO) dan empat bandar udara lainnya masih berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan pembaruan informasi aeronautika terbaru, periode penutupan kelima bandar udara tersebut diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

EVP of Corporate Secretary, Airnav Indonesia , Hermana Soegijantoro melalui keterangnya di Tangerang, Senin (7/9) menjelaskan,  babhwa Bandar udara yang masih berstatus closed tersebut yaitu:
Pertama, Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), status CLOSED, mulai pukul 08.20 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB. Kedua, Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), status CLOSED, mulai pukul 08.30 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sedangkan ketiga, yakni Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), status CLOSED, mulai pukul 08.32 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

KEEMPAY DAN kelima maaing-masing Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), status CLOSED, mulai pukul 08.35 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB dan Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), status CLOSED, mulai pukul 08.37 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, menurut Hermana, Bandar Udara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali berstatus OPEN berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26, yang berlaku mulai pukul 08.12 WIB pada 7 September 2026.

“Penyesuaian status operasional bandar udara tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.”

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

Hermana menambahkan, AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pesawat Lion Air
Nasional

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terus memantau dampak...

Nasional

Abadikan 50 Karya Jurnalistik Terbaik, BCA Luncurkan Buku Literasi Keuangan 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– BCA Digital menggelar puncak penganugerahan bluPressAwards 2026 melalui peluncuran buku...

Nasional

UPI Raih Tiga Penghargaan Kehumasan pada TOP GPR Awards dan AHI 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meraih tiga penghargaan dalam dua...

Nasional

Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Penutupan Bandara Riyadh di Arab Saudi akibat serangan kelompok Houthi...