www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS IHSG Berpeluang Rebound, Stabilitas Rupiah dan Arus Asing Menentukan
HEADLINE NEWS

IHSG Berpeluang Rebound, Stabilitas Rupiah dan Arus Asing Menentukan

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75% memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. IHSG tercatat rebound, hanya saja pada perdangan Kamis (24/9) pasar dilanda tekanan jual, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (24/9). IHSG ditutup turun 1,20% ke level 6.298,61. Namun, penguatan tersebut masih perlu dicermati karena arus dana asing belum menunjukkan pembalikan yang signifikan.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan bahwa investor masih perlu mencermati perkembangan foreign flow setelah keputusan BI. “Pasca RDG, fokus bergeser dari keputusan BI ke efektivitas policy mix dalam menjaga Rupiah sekaligus likuiditas. Dengan global yields kembali naik, keberlanjutan rebound IHSG akan sangat bergantung pada stabilisasi Rupiah dan yang terpenting kembalinya foreign demand pada liquid large caps,” ujar Rully.

Sementara itu, Fixed Income Anlyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai ruang penguatan pasar domestik masih terbuka, meski kondisi global akan menjadi faktor penting dalam jangka pendek. Menurutnya, pergerakan global interest rate akan memengaruhi perekonomian domestik, terutama melalui dampaknya terhadap penguatan maupun pelemahan Rupiah.

Jessica menilai stance BI dalam menggunakan policy mix selain kenaikan suku bunga menunjukkan upaya menjaga stabilitas tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap pertumbuhan ekonomi. Efektivitas pendekatan tersebut mulai terlihat dari kemampuan BI menjaga Rupiah di sekitar Rp17.800 per dolar AS meski indeks dolar AS (DXY) telah mencapai level 101.

“Ruang untuk penguatan masih terbuka, terutama di pasar SBN, dengan foreign participation yang relatif stabil di sekitar 13% dari total outstanding. Kondisi ini juga didukung kebijakan fiskal yang terjaga dan perkembangan di Kementerian Keuangan yang membantu mengembalikan investor confidence,” ujar Jessica.

Meski demikian, kondisi global dan arah kebijakan tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Jika Rupiah kembali melewati level Rp18.000 per dolar AS, ruang bagi BI untuk kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 bps tetap terbuka.

Lebih lanjut, Jessica melihat penggunaan instrumen valas dan kebijakan likuiditas semakin memperkuat stance BI yang pro-growth, terutama dalam mendukung pertumbuhan kredit dan perekonomian. Ke depan, BI diperkirakan cenderung mempertahankan suku bunga sambil mencermati kebutuhan pemberian insentif tambahan, khususnya untuk menarik foreign inflow dan menjaga stabilitas Rupiah.

“Penurunan imbal hasil SRBI yang kini sudah berada di bawah 7% di seluruh tenor menunjukkan adanya perubahan kondisi likuiditas. Dalam kondisi tersebut, kami melihat SBN dengan tenor medium to long term masih atraktif,” tutur Jessica./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terjungkal, Waspadai Tekanan Arus Modal Asing akibat Usulan Reklasifikasi MSCI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai usulan MSCI untuk...

Mendag Busan
HEADLINE NEWS

Kembangkan Usaha,  Mendag Busan Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan AI

KAB. TANGERANG, Bisnistoday.co.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro,...

Pembukaan TEI 2026
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk Nasional

KAB. TANGERANG, Bisnistoday.co.id– Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Tekanan IHSG Bakal Berlanjut, Saham Konglomerasi Berguguran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan di pasar...