JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (6/10) ditutup menguat 129,27 poin ake posisi 6.417,32. Sementara indeks LQ45 naik 25,89 poin ke posisi 928,07.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, IHSG makin kokoh ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini. Aksi akumulasi investor turut mendorong laju IHSG.
Di sisi lain, dukungan perbaikan aktivitas ekonomi seiring dengan kemajuan dalam mengatasi pandemi Covid-19, memberikan ruang bagi pemerintah dalam melonggarkan pembatasan aktivitas masyarakat di mana pemerintah menurunkan secara bertahap level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Pembukaan aktivitas ekonomi secara bertahap dinilai akan menunjang produktivitas. Hal itu tentunya meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik ke depannya khususnya pada kuartal III 2021 meskipun diperkirakan tidak akan sebaik realisasi pada kuartal II 2021.
Sementara itu, pasar regional Asia bergerak beragam seiring lonjakan komoditas energi yang semakin memicu tekanan inflasi.
Sebelumnya, pemerintah Uni Eropa bergerak cepat seiring krisis energi yang terjadi di Eropa sehingga membuat sejumlah negara membunyikan alarm peringatan.
Uni Eropa diminta menyelesaikan masalah kenaikan harga gas mengingat dampaknya ke membludaknya tagihan listrik konsumen yang berujung inflasi.
Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut krisis energi telah mempengaruhi blok secara keseluruhan. Karenanya ia berharap ada penyelarasan harga listrik dengan harga gas.
Selain itu pelaku pasar juga masih akan mencermati isu kekurangan listrik atau electricity shortage yang dialami oleh Tiongkok. Pasar memandang masalah listrik itu dapat membatasi pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu.
Dibuka menguat, IHSG terus berada di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 3,28 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi masing-masing 2,59 persen dan 2,1 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor properti sebesar minus 0,21 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp4,82 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.695.202 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,29 miliar lembar saham senilai Rp21,81 triliun. Sebanyak 323 saham naik, 199 saham menurun, dan 141 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 293,25 poin atau 1,05 persen ke 27.528,87, indeks Hang Seng turun 137,66 atau 0,57 persen ke 23.966,49, dan indeks Straits Times meningkat 13,69 poin atau 0,45 persen ke 3.081,81.
Rupiah Stagnan
Sementara nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup stagnan seiring aksi tunggu pelaku pasar terhadap data tenaga kerja Amerika Serikat.
Rupiah ditutup stagnan alias sama dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.
“Saya melihatnya (rupiah stagnan) karena ada sentimen wait and see,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia seperti dikutif Antara.
Menurut Nikolas, minggu ini cukup padat dengan rilis data AS terutama data sektor tenaga kerja yang menjadi perhatian bank sentral AS The Fed untuk mulai memutar arah kebijakan.
Selain itu, lanjut Nikolas, ada sedikit optimisme di pasar karena bank sentral Selandia Baru hari ini sudah menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin (bps).
Langkah Bank Sentral Selandia Baru tersebut mungkin bisa jadi awalan bagi sejumlah negara lainnya untuk kembali merubah tren kebijakan moneternya.
“Mungkin karena New Zealand menaikkan suku bunga hari ini, taruhan terhadap The Fed juga semakin tinggi untuk ikut mengubah kebijakan. Namun kepastiannya masih perlu menunggu data pekan ini,” ujar Nikolas.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.240 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.235 per dolar AS hingga Rp14.258 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.245 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.260 per dolar AS./



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)





















