www.bisnistoday.co.id
Rabu , 14 Oktober 2026
Home GLOBAL Afrika Selatan Perlonggar Pengamanan Impor Baja Struktur 
GLOBAL

Afrika Selatan Perlonggar Pengamanan Impor Baja Struktur 

Afrika Selatan Perlonggar aturan impor baja sejak akhir September 2021.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Afrika Selatan telah memutuskan untuk menghentikan penyelidikan tindakan pengamanan (safeguard) atas impor baja struktur atau U, I, H, L, T sections and other angles of iron or non-alloy steel pada 17 September 2021. Hal tersebut ditegaskan oleh Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Wisnu Wardhana.

Keputusan tersebut selaras dengan laporan data utama yang diterbitkan International Trade Administration Commission of South Africa (ITAC) selaku otoritas penyelidik Afrika Selatan pada 28 Januari 2021. Dalam laporan tersebut, ITAC menyampaikan tidak ditemukannya lonjakan impor produk yang bersifat recent atau terkini. 

Wisnu mengungkapkan, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi belum ada aktivitas ekspor produk Indonesia yang diselidiki Afrika Selatan sejak dimulainya penyelidikan pada 19 Juni 2019. Namun, Pemerintah Indonesia tetap mengantisipasi kemungkinan hasil akhir penyelidikan. 

“Walaupun belum ada catatan ekspor kita ke Afsel, Indonesia tetap mengambil langkah pengamanan akses potensi pasar ekspor Indonesia,” urai Wisnu dalam keteranganya di Jakarta, Selasa (5/10). \

Berita Terkait : Presiden Jokowi : Industri Baja Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi

Wisnu menilai, keputusan yang diambil Afrika Selatan sudah tepat. “Hal ini disebabkan syarat utama pengenaan tindakan pengamanan yaitu adanya lonjakan impor yang bersifat recent atau terkini tidak terpenuhi. Meskipun industri domestik Afsel merugi pada periode penyelidikan tahun 2014—2019, hal tersebut tidak diakibatkan oleh faktor barang impor sehingga pengenaan tindakan pengamanan tidak diperkenankan,” jelas Wisnu. 

Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menambahkan, kemungkinan penghentian penyelidikan safeguard sudah dapat terbaca sejak laporan data utama dirilis ITAC. “Kami langsung merespons untuk mendukung ITAC agar penyelidikan ini segera dihentikan karena sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk dilanjutkan.” 

Natan juga menyampaikan, peta persaingan baja struktur di Afsel tidak berubah. Korea Selatan, Bahrain, India, Inggris, RRT, Jerman, dan Turki menempati lima posisi teratas sebagai sumber asal impor Afsel untuk produk tersebut. Dengan demikian, terminasi penyelidikan ini menyediakan peluang dan tantangan kompetisi yang sama bagi Indonesia untuk memasuki pasar Afsel, baik saat penyelidikan dimulai maupun saat dihentikan./ 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...