www.bisnistoday.co.id
Minggu , 12 April 2026
Home HEADLINE NEWS IHSG Terjun Bebas, BEI Sempat Terapkan “Trading Halt”
HEADLINE NEWS

IHSG Terjun Bebas, BEI Sempat Terapkan “Trading Halt”

Pasar Saham di BEI
Pasar Saham Anjlok./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksana memberhentikan sementara perdagangan saham (trading halt) selama 30 menit, akibat anjlok hingga melebihi 8% atau tepatnya 9,19%. IHSG pada sesi I- Selasa (8/4), ambles sebesar 9,19% atau 598,56 ke Rp5.912,06.Kendati begitu, menjelang penutupan Sesi I perdagangan, IHSG kembali bergerak naik. Hal ini sebagai dampak isu global mengenai perang dagang Amerika Serikat.

Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, di Jakarta, Selasa (8/4) berpendapat, pasar keuangan Indonesia kembali diguncang tekanan jual masif pada Selasa, 8 April 2025.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).

Meski sempat dibuka kembali, indeks tetap terjebak di zona merah dengan pelemahan signifikan. Banyak analis menyebut sentimen negatif dari pasar AS dan Eropa sebagai biang keladi. Penurunan yang begitu drastis, melampaui ambang batas wajar, memaksa otoritas bursa mengambil langkah darurat: trading halt atau penghentian sementara perdagangan.

Hal ini, menandakan kepanikan luar biasa di kalangan pelaku pasar. Setelah jeda singkat untuk mendinginkan suasana, perdagangan dibuka kembali, namun luka belum pulih. Indeks tetap terkapar di zona merah, mengonfirmasi bahwa tekanan jual masih sangat kuat. Namun, pertanyaan kritis tetap menganga: mengapa IHSG jatuh lebih dalam dibandingkan bursa saham regional seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand?

Kekhawatiran Global

Achmad Nur  Hidayat menuturkan, penurunan tajam di pasar AS dan Eropa pada Senin, 7 April 2025, menjadi pemicu awal kepanikan di Asia. Indeks pan-Eropa STOXX 600 anjlok 4,5%, disusul penurunan serupa di London (FTSE 100 -4,38%) dan Paris (CAC 40 -4,78%).

Di AS, Dow Jones kehilangan 0,91%, meski Nasdaq masih bertahan di wilayah positif. Guncangan ini memang berdampak pada pasar Asia, termasuk Indonesia. Namun, klaim bahwa IHSG hanya menjadi “korban pasif” dari gejolak global adalah penyederhanaan yang berbahaya.

Faktanya, pasar saham regional seperti Malaysia (KLCI) dan Filipina (PSEi) hanya mengalami koreksi moderat, sementara IHSG terjerembap lebih dalam. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah utama bukan hanya pada arus global, melainkan pada kerentanan spesifik Indonesia.

Sebagai pasar berkembang (emerging market), Indonesia memang rentan terhadap aliran modal asing yang fluktuatif.Tapi mengapa negara dengan fundamental makro “cukup sehat” seperti Indonesia justru lebih rapuh dibandingkan negara ASEAN lain?/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Menteri PU
HEADLINE NEWSNasional

Menteri PU Tegaskan Sikap Kooperatif dan Hormati Proses Hukum

JAKARTA, Bisnistoday  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif...

Pameran UMKM
HEADLINE NEWS

Puluhan UMKM Unggulan Nasional Berebut Pasar di Australia

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Atase Perdagangan RI Canberra bersinergi...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kuartal I-2026, Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar 5,5 Persen

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah menyatakan optimistis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal I-2026...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWS

Dihadapan Kabinet dan BUMN, Presiden Prabowo Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

JAKARTA, Bisnistoday – Melalui rapat kabinet yang juga diiukuti oleh jajaran Eselon...