www.bisnistoday.co.id
Selasa , 19 Mei 2026
Home OPINI Gagasan “IMPEN KATON”: Menyingkap Imajinasi, Merayakan Pengabdian
Gagasan

“IMPEN KATON”: Menyingkap Imajinasi, Merayakan Pengabdian

Pameran seni IMPEN KATON
Social Media

Pameran bertajuk “IMPEN KATON” bukan sekadar penanda berakhirnya masa pengabdian Drs. Agus Ahmadi, M.Sn sebagai dosen di Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta, namun juga menjadi momen penting dalam lahirnya ruang kultural baru: OMAH KRIYA.

Berlangsung pada 11-15 Juli 2025, pameran ini menyajikan lanskap kreatif dari para perupa muda hingga senior, lintas medium dan pendekatan artistik. Sebagai kurator, saya melihat pameran ini sebagai ruang refleksi yang menyatukan antara imaji (impen) dan perwujudan nyata (katon) dari sebuah proses kreatif yang tumbuh dalam konteks lokal, namun berbicara secara universal.

OMAH KRIYA: Dari Gagasan ke Ruang Nyata
OMAH KRIYA yang resmi diluncurkan bersamaan dengan pameran ini terletak di Badran Baru, Papahan, Karanganyar, berdiri atas dasar pemikiran dan pengalaman panjang Drs. Agus Ahmadi. Gagasan awalnya bermula pada tahun 2020, saat beliau terlibat dalam riset terapan nasional bertajuk “Penciptaan Ikon Wisata Baru di Kabupaten Pacitan Melalui Desain Relief & Patung Wayang Beber Berbasis Seni Kriya Logam”.

Inspirasi dari interaksi riset tersebut kemudian berkembang menjadi dorongan untuk membangun sebuah ruang konservasi, edukasi, dan apresiasi seni kriya di Karanganyar. Sebuah wilayah yang sesungguhnya memiliki banyak potensi budaya dan tokoh sejarah namun minim fasilitas dokumentasi dan display.

Tiga Karya Wanita

Di antara puluhan karya yang dipamerkan, terdapat tiga karya yang saya nilai memiliki kekuatan naratif dan visual yang sangat khas, serta mewakili semangat “IMPEN KATON” dalam dimensi yang berbeda.

“Jellabiya Husna Al-Fakhir” – Syarifah Nur Hajja
Busana art wear ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kekuatan feminin dan kemuliaan nilai-nilai spiritual. Didesain dengan siluet A-line bertingkat, permainan layer, dan kombinasi warna simbolik seperti emas (keagungan), hijau zaitun (kesuburan dan spiritualitas), serta merah (keberanian), karya ini menghadirkan kemegahan yang tenang namun penuh makna. Kalung etnik besar dari beads dan batu sintetis memberi nuansa sakral, seperti perlindungan para perempuan bangsawan masa lampau.

“Gumulung Rasa, Gumyebar Manah” – Danissa Dyah Oktaviani
Karya fotografi digital ini menyuguhkan pengalaman visual kontemplatif. Danissa menggunakan teknik digital masking dan manipulasi siluet, seniman mengajak kita masuk ke dalam ruang perenungan batin. Komposisinya yang subtil tapi simbolik menciptakan dialog senyap antara rasa dan pikiran, antara gelap dan terang, antara kegelisahan dan kelegaan.

“Honey” – Arfiati Nurul Komariah
Kriya kulit fesyen berbentuk tas jinjing ini memanfaatkan metafora lebah dan sarang madu sebagai simbol energi positif dan nilai fungsional. Detail yang menyerupai tekstur sarang madu yang menggantung di dahan, karya ini menyampaikan pesan bahwa kehidupan yang manis dan bermanfaat lahir dari proses, kerja keras, dan harmoni dengan alam.

Sebuah Perayaan yang Menyentuh Akar
Pameran ini bukan hanya selebrasi personal bagi Drs. Agus Ahmadi, tetapi juga pernyataan kolektif tentang pentingnya kontinuitas budaya dan ruang kreatif yang dapat diakses masyarakat. Melalui hadirnya OMAH KRIYA, saya percaya Karanganyar memiliki simpul baru untuk mendorong kolaborasi lintas generasi, lintas disiplin, dan lintas komunitas seni.

Sebagai kurator, saya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari narasi besar ini. “IMPEN KATON” bukan sekadar pameran, ia adalah penanda arah, bahwa impian dapat menjadi nyata ketika dipandu oleh niat baik, pengetahuan, dan cinta pada budaya.//

Karanganyar, Juli 2025

Oleh: Rahayu Adi Prabowo, Kurator Seni

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Andi Anzhar Cakra Wijaya
Gagasan

KADIN Indonesia Bidang Diplomasi Multilateral Dorong Penguatan Kerja Sama Investasi, Perdagangan dan Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Diplomasi Multilateral...

Annisa Utami Kusumanegara
Gagasan

Indonesia 2030: SDGs Jangan Berhenti Menjadi Sekadar Slogan

MENJELANG  tahun 2030, Indonesia dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah target Sustainable...

Kopdes Merah Putih
Gagasan

Barang Subsidi Mesti Didistribusikan Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

DALAM perspektif teori ekonomi, barang bersubsidi pada hakikatnya merupakan bagian dari barang...

Selat Hormuz
Gagasan

Setelah Hormuz, Ketegangan Geopolitik Bakal Beralih ke Selat Malaka

DINAMIKA geopolitik global tengah bergeser dari Teluk Hormuz menuju Selat Malaka. Kegagalan...