www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home EKONOMI Industri Logam Tumbuh Positif di Kuartal II Tahun 2022 
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Industri Logam Tumbuh Positif di Kuartal II Tahun 2022 

Pabrik
INDUSTRI PABRIK BERTUMBUH : Suasana salah satua pabrik pengolahan logam, belum lama ini. Sektor Industri Logam, Mesin, Elektronika bertumbuh positif./.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pertumbuhan sektor industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) pada kuartal II tahun 2022 sebesar 6,65%. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44% pada periode yang sama.

“Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ILMATE sejak kuartal II tahun 2021 selalu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, M. Arifin di Jakarta, Kamis (25/8).

Arifin menjelaskan, torehan gemilang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor ILMATE berperan penting pada pembentukan PDB nasional. “Dilihat dari kontribusinya, sektor ILMATE memegang peranan sebesar 3,87% terhadap perekonomian nasional, dan 24,17% terhadap industri pengolahan nonmigas,” sebutnya.

PDB sektor ILMATE merupakan gabungan dari sektor industri logam dasar (21,7%), industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (36,1%), industri mesin dan perlengkapan YTDL (7,1%), serta industri alat angkutan (35,1%). Sementara itu, subsektor ILMATE yang mengalami pertumbuhan PDB terbesar pada kuartal II-2022, yakni industri logam dasar dengan mencapai 15,79% (y-on-y).

“Untuk meningkatkan daya saing industri logam dasar, Direktorat Jenderal ILMATE menjalankan program hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) logam dengan mendorong hilirisasi bauksit, tembaga, dan timah yang akan membangun ekosistem industri dalam negeri yang terintegrasi dan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia,” papar Arifin.

Pemintaan Komoditas

Pertumbuhan terbesar kedua untuk subsektor ILMATE pada kuartal II-2022, yaitu pada industri mesin dan perlengkapan sebesar 11,22% (y-on-y). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan permintaan untuk komoditas alat berat akibat menggeliatnya bisnis pada sektor pertambangan dan penggalian.

Berikutnya, pertumbuhan terbesar disusul oleh sektor industri alat angkutan yang mencapai 7,35% (y-on-y). Kemenperin terus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan dan ekspansi sektor industri otomotif melalui berbagai upaya, seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Sektor industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik juga tumbuh positif dengan angka 0,26% (y-on-y),” imbuhnya. Pada perdagangan Januari-Juni 2022, nilai ekspor komoditas elektronika mencapai USD 4,17 miliar./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Industri Hijau Bukan Sekadar Kewajiban, tetapi Peluang Ekonomi Baru

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan transformasi menuju industri hijau...

Ekonomi & Bisnis

Ketika Semua Bank Mulai Terlihat Sama, Bagaimana Memenangkan Preferensi dan Loyalitas Customer?

Jakarta, Bisnistoday.co.id,—Persaingan di industri financial services kini tidak lagi semata-mata soal siapa...

Ekonomi & Bisnis

Super Emas Buka Cabang ke 8, Reza Rizky Darmawan: Kita Selalu Transparan Dalam Menilai Kadar

Bogor, Bisnistoday.co.id,- Toko Super Emas yang menjadi pioneer dan selalu siap menerima...

Ekonomi & Bisnis

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 : Buka Kesempatan Bisnis Indonesia Ke Dunia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Pameran business-to-business (B2B) internasional di sektor makanan dan minuman,...