JAKARTA, BIsnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dan merealisasikan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Sejak diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional 2025, program PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa semangat baru bagi dunia pendidikan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, mengungkapkan bahwa realisasi program bahkan melampaui target awal.
“Dari target awal 9.429 sekolah, kini telah terealisasi sebanyak 14.071 sekolah penerima manfaat. Sementara di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, target 982 sekolah meningkat menjadi 2.000 sekolah,” ujar Gogot di Jakarta, Minggu (9/11).
Menurutnya, keberhasilan program ini tak hanya memperkuat infrastruktur pendidikan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan prestasi siswa.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi membangun ekosistem pembelajaran yang menggembirakan,” tambahnya.
Dorong Ekonomi Lokal Melalui Skema Swakelola
Program PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Melalui skema swakelola dan partisipasi semesta, pembangunan sekolah dilakukan dengan melibatkan warga setempat—mulai dari tenaga kerja hingga pembelian bahan bangunan lokal.
“Dengan pendekatan ini, pembangunan lebih cepat dan sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Ini menjadi bentuk nyata pendidikan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat,” jelas Gogot
Dapat Apresiasi Publik dan Survei Positif
Kinerja Kemendikdasmen dalam menjalankan PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan juga mendapatkan penilaian tinggi dari berbagai lembaga survei.
- Indo Strategi menempatkan Kemendikdasmen di posisi teratas kementerian terbaik dengan skor 3,35 poin.
- Arus Survey Indonesia (ASI) mencatat 78,4% masyarakat menilai positif program ini, dengan 29,3% menyebut dampaknya terasa langsung pada lingkungan belajar.
- Riset P3M Universitas Indonesia bahkan menemukan 96–98,7% responden menilai implementasi program berjalan baik hingga sangat baik.
Selain itu, analisis Drone Emprit menunjukkan bahwa sentimen publik di media sosial terhadap program ini sangat positif, mencapai 95%. Faktor pendorongnya antara lain pencapaian di atas target, penerapan swakelola yang transparan, serta kontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja.
Melalui komitmen ini, Kemendikdasmen menegaskan tekadnya untuk menjadikan PHTC Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai tonggak penting menuju pendidikan yang merata, inklusif, dan berdaya saing.Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia.///




