BANDUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi 15.000 lebih pengurus koperasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di kampus Mandiri University Regional Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8).
Pelatihan bertajuk Full Day Capacity Building SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dilaksanakan secara daring dan luring. Jumlah peserta pelatihan secara daring sebanyak 15.000 orang pengurus Koperasi Merah Putih dari seluruh Indonesia dan 150 orang pengurus hadir secara luring dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi, Jawa Barat.
Pelatihan ini merupakan bagian dari tahap kedua roadmap Koperasi Merah Putih, yaitu pengembangan dan operasionalisasi. Pelatihan diselenggarakan berkolaborasi bersama PT Jaring, Bank Mandiri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Lembaga terkait lainnya.
Baca juga: Kemenkop dan Koperasi Garudayaksa Nusantara Kerja Sama Peningkatan SDM Kopdes Merah Putih
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dalam sambutan pembukaan secara daring, menegaskan keberhasilan Koperasi Merah Putih hanya bisa dicapai apabila dikelola SDM yang kompeten dan profesional, serta memiliki kapasitas memadai.
“Maka dari itu, tahap kedua ini, yaitu tahap pengembangan dan operasionalisasi, sangatlah menentukan,” tegas Menkop.
Menkop menambahkan, Kemenkop telah melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM Koperasi Merah Putih, termasuk melalui pelatihan dan sertifikasi yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BNSP. Program ini menggunakan skema okupasi pengurus Koperasi Merah Putih pemula, serta skema kluster penerapan prinsip dasar Koperasi Merah Putih, yang telah dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Bekasi, Surakarta, dan Banyuwangi.
Menkop menegaskan peningkatan kapasitas SDM Koperasi Merah Putih tidak boleh berhenti sampai setelah pelatihan digelar. Penguatan kapasitas harus terus dilakukan secara masif, melibatkan pelaku koperasi, para ahli, akademisi, serta sektor swasta.
Menkop menginginkan Koperasi Merah Putih menjadi contoh nyata bagaimana desa dan kelurahan bisa menjadi pusat kekuatan ekonomi nasional. “Kami juga mendorong agar para pengurus Kopdes Merah Putih mengupdate informasi di Microsite masing-masing secara realtime,” ujar Menkop.
Kegiatan Strategis
Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari memaparkan, kegiatan strategis ini memiliki beberapa tujuan agar tahap pengembangan dan operasionalisasi Koperasi Merah Putih berjalan dengan baik.
Diantaranya, meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih agar profesional dan berkualitas dalam mengelola kelembagaan koperasi, hingga mendorong transformasi Kopdes/Kel Merah Putih menjadi koperasi modern dan berdaya saing berbasis teknologi digital.
Tujuan lainnya adalah memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penyusunan business plan dan kepemimpinan koperasi, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan koperasi digital.
“Kita juga ingin memanfaatkan peluang pembiayaan, pemasaran produk, konsolidator ekspor, dan kemitraan strategis bagi koperasi,” terang Destry.
Program penyiapan SDM Koperasi Merah Putih menjadi kunci, karena itu dua hal penting harus dilakukan, Pertama, kolaborasi seluruh stakeholder termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan desa untuk menyiapkan SDM Koperasi Merah Putih yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.
“Jika dilakukan masif, mereka akan menjadi motor produksi, perdagangan, dan jasa, sekaligus meningkatkan daya beli desa yang berdampak pada ekonomi nasional,” jelas Destry.
Kedua, pelatihan berbasis sertifikasi, sehingga seluruh peserta yang lulus dipastikan telah memiliki kompetensi minimal yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai pengurus koperasi desa. Ini standar baru penguatan SDM koperasi yang perlu kita replikasi di seluruh Indonesia.




