www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home EKONOMI Kementan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementan Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global

ANTISIPASI KRISIS : Presiden Jokowi meminta seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju, emphati terhadap ancaman krisis pangan dan energi dalam Sidang Kabinet Peripurna, di Jakarta, Senin (20/6).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Strategi itu di antaranya, peningkatan produksi, diversifikasi pangan, penguatan stok, hingga modernisasi pertanian.

“Peningkatan  kapasitas produksi pertanian yang harus dilakukan yaitu pada pangan pokok khususnya padi, jagung, dan kedelai,” kata Direkstur Serelia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ismail Wahab dalam diskusi bertajuk Menangkis Ancaman Krisis Pangan Global secara daring di Jakarta, Selasa (9/8).

Terkait peningkatan kapasitas produksi, kata Ismail, yang diakukan adalah selalu menjaga produksi pangan pokok kita harus selalu tersedia dan harus surplus.

Hingga saat ini, Indonesia baru bisa memenuhi kebutuhan beras dari dalam negeri selama tiga tahun berturut-turut tanpa perlu impor. Sementara untuk jagung konsumsi dan kedelai masih banyak tergantung dengan impor.

Ismail mengatakan pemerintah berupaya mensubstitusi jagung pangan impor dengan produksi dalam negeri. Dia menerangkan tantangan pemenuhan jagung pangan dari dalam negeri terletak di pengelolaan pascapanen untuk membuat jagung rendah kandungan senyawa beracun bernama aflatoksin. Namun pemenuhan jagung untuk pakan ternak, Indonesia tidak pernah impor selama tiga tahun.

Sedangkan untuk pemenuhan kedelai, lanjut dia, pemerintah membuat peta jalan penanaman tanaman kedelai hingga 1,5 juta hektare sampai tahun 2026. Produksi kedelai di lahan seluas tersebut diyakini bisa memenuhi kebutuhan kedelai nasional tanpa harus impor.

Upaya antisipasi terhadap ancaman krisis pangan lainnya yaitu melalui diversifikasi pangan. Menurut Ismail, konsumsi beras per kapita harus turun dan digantikan dengan sumber pangan pokok lainnya seperti singkong, sagu, maupun sorgum yang produksinya melimpah di Tanah Air.

Upaya selanjutnya adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan. Menurut Ismail, Indonesia harus memiliki lumbung pangan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten-kota, provinsi, hingga nasional.

Selain itu, kata Ismail, juga diperlukan modernisasi pertanian baik dari segi alat dan juga sumber daya manusia. Ismail mengatakan perlu ada regenerasi petani muda menggantikan petani yang rata-rata sudah lanjut usia.

Petani muda diharapkan memanfaatkan konsep pertanian modern dalam menggarap lahan agar bisa meningkatkan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.

Perlu Langkah Kongkret

Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Ali Usman mengatakan perlunya langkah konkret dalam mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut dia, pemerintah perlu berkolaborasi dengan pihak terkait baik itu BUMN pangan maupun pihak swasta dalam upaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri. “Tidak hanya di kementerian, tapi butuh kolaborasi aksi dengan BUMN dan dengan stakeholder atau pelaku usaha lainnya,” kata Ali.

Ali menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan penggunaan benih varietas unggulan agar digunakan oleh seluruh petani Indonesia guna meningkatkan produksi dalam negeri./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

SELMA Lippo Icon Gajah Mada, Destinasi Baru Berburu Isi Rumah 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - SELMA, penyedia isi rumah di bawah naungan Kawan Lama...

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan
EKONOMI

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnostoday.co.id— PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meraih dua penghargaan...

Menteri Sarmuji
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Rusia Tawarkan Kerja Sama Kapal Ikan dan IT

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Rusia menawarkan kerja sama di bidang kapal penangkap ikan dan...