www.bisnistoday.co.id
Selasa , 29 September 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Kinerja Kuartal I-2026, Hartadinata Abadi Bukukan Pendapatan Rp20,16 Triliun
Korporasi

Kinerja Kuartal I-2026, Hartadinata Abadi Bukukan Pendapatan Rp20,16 Triliun

Penjualan Emas Hartadinata meningkat.
Toko Emas Hartadinata./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Sepanjang Kuartal I-2026, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan pendapatan mencapai Rp20,16 triliun atau tumbuh 196,96% dibandingkan Rp6,78 triliun pada kuartal-I 2025. Sedangkan, laba bersih Perseroan meningkat signifikan sebesar 189,48% menjadi Rp433,49 miliar pada kuartal-I 2026, dari Rp149,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang sangat positif, didukung oleh pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global. HRTA akan terus berfokus pada penguatan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk. di Bandung, Kamis (7/5).

Pertumbuhan pendapatan Hartadinata Abadi didukung oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% secara tahunan menjadi 7,83 ton, sejalan dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01% secara tahunan menjadi Rp2.567.213 per gram.

“Dari segi segmen bisnis, penjualan masih didominasi oleh segmen grosir dengan kontribusi sebesar 90,60% terhadap total pendapatan, termasuk kontribusi dari segmen insititusi keuangan bullion bank dan beberapa perbankan syariah, diikuti oleh segmen ritel sebesar 9,13% dan gadai sebesar 0,26%.”

Sandra menuturkan, sejalan dengan kondisi pasar global, pergerakan harga emas sepanjang April dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak, ekspektasi kebijakan the Fed, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Harga Emas Melonjak

Menurutnya, selama April 2026, harga emas diperdagangkan di kisaran USD4.717 per troy ounce setelah sebelumnya sempat mencapai level di atas USD4.800 per troy ounce pada awal tahun. Di Indonesia, harga emas domestik turut menguat, didukung oleh depresiasi rupiah dan permintaan safe-haven yang berkelanjutan, dengan harga emas dalam rupiah meningkat sekitar 11% year-to-date ke level IDR2.600.000 per gram.

Disisi lain, lanjut Sandra, HRTA memperoleh peningkatan peringkat kredit dari PEFINDO menjadi idA+ dengan prospek stabil dari peringkat sebelumnya idA. Sandra menambahkan bahwa peningkatan peringkat kredit Perseroan oleh PEFINDO menjadi idA+ mencerminkan penguatan fundamental dan disiplin keuangan Perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat di tengah ekspansi usaha yang berkelanjutan.

“PEFINDO menilai peningkatan peringkat tersebut didukung oleh kemampuan HRTA dalam mencatat pertumbuhan pendapatan secara konsisten, menjaga posisi utang pada level yang terkendali, serta didukung,” urainya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

Korporasi

Empowering UMKM Through Digital Innovation, Hamawasdan Hakaaston Bantu UMKM Disabilitas Lebih Berdaya Saing

MEDAN, Bisnistoday - PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) ruas tol Kuala Tanjung–Tebing...

Hutama Karya
Korporasi

Dorong Tata Kelola yang Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan di PT...

Hutama Karya
Korporasi

Hutama Karya Gelar ‘HK Mengajar’ di Universitas Bung Hatta

PADANG, Bisnistoday  - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali menggelar program...