www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional KKP Didesak Segera Tindaklanjuti Temuan 16 Ribu Kapal Ikan Tak Berizin
NasionalNASIONAL & POLITIK

KKP Didesak Segera Tindaklanjuti Temuan 16 Ribu Kapal Ikan Tak Berizin

KAPAL IKAN ILEGAL: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta segera menindaklajuti temuan 16 ribu kapal ikan tidak berizin yang melaut di perairan Indonesia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diminta segera menindaklajuti temuan 16 ribu kapal ikan tidak berizin yang melaut di perairan Indonesia. Informasi yang diperoleh Menteri KKP mesti dibuktikan kebenarannya guna memperbaiki tata kelota perikanan di tanah air.

Hal tersebut disampaikan peneliti dari Lembaga Pemerhati Kelautan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Muhamad Arifuddin melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/10).

Menurutnya, karena informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri KKP, Sakti Wayu Trenggono maka tingkat kebenaran dan akurasinya sangat valid.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Menteri KKP,  Sakti Wahyu Trenggono mengatakan data kapal ikan di KKP tercatat sebanyak 6.000, sedangkan data yang terdaftar di Kementerian Perhubungan sebanyak 22.000, atau selisih 16.000 kapal yang tak terdaftar di KKP.

Oleh karena itu, lanjut Arifuddin, Menteri KKP harus segera menindaklanjuti langsung informasi tersebut dengan melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk memastikan dan klarifikasi.

“Jika benar ada perbedaan data, mesti dicari sebabnya, apakah ada perbedaan format data dan penyajian atau secara faktual ada perbedaan angka” kata Arif.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia mestinya mempunyai satu data tentang jumlah kapal ikan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Dia menyebutkan agar pengungkapan data 16.000 kapal tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat. “Tantangan implementasi penangkapan ikan terukur makin bertambah dengan perbedaan data ini” kata Arif.

Sementara itu Koordinator Nasional DFW Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan salah satu prinsip bisnis termasuk usaha perikanan tangkap adalah adanya kepastian. “Jika data kapal saja tidak pasti dan terdapat dualisme informasi, maka pelaku usaha akan berpikir ulang untuk berinvestasi,” kata Abdi.

Abdi menyebut jika hal tersebut benar, maka beroperasinya 16.000 kapal tidak berizin selama ini telah menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat. “Artinya selama ini negara mengalami kerugian dari hilangnya data hasil tangkapan, produksi, PNBP dan pajak dari beroperasinya 16.000 kapal tersebut,” kata Abdi.

Abdi menambahkan perlu adanya perbaikan yang fundamental dari tata kelola perikanan. “Perlu pemetaan rantai hulu-hilir dan titik permasalahan sensitif yang menjadi faktor penghambat yang menyebabkan bisnis perikanan tangkap selama ini menjadi tidak transparan,” tandasnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Abadikan 50 Karya Jurnalistik Terbaik, BCA Luncurkan Buku Literasi Keuangan 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– BCA Digital menggelar puncak penganugerahan bluPressAwards 2026 melalui peluncuran buku...

Nasional

UPI Raih Tiga Penghargaan Kehumasan pada TOP GPR Awards dan AHI 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meraih tiga penghargaan dalam dua...

Nasional

Dampak Penutupan Bandara Riyadh, Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Penutupan Bandara Riyadh di Arab Saudi akibat serangan kelompok Houthi...

Nasional

Pemerintah Putuskan Skema Gerai KDKMP Bisa Jual Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas

Jakarta, Bisnistoday.co.id — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin...