www.bisnistoday.co.id
Rabu , 14 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Mandiri Sekuritas Proyeksikan Akhir 2022 IHSG Bisa Sentuh Angka 7.400
BursaBURSA & KORPORASI

Mandiri Sekuritas Proyeksikan Akhir 2022 IHSG Bisa Sentuh Angka 7.400

PROYEKSI IHSG: Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2022 bisa menyentuh level 7.400 poin
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas, Adrian Joezer memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2022 bisa menyentuh level 7.400 poin terutama didorong oleh kpmsumsi domestik yang mulai meningkat.

“Kami prediksi IHSG bisa tembus 7.400 hingga akhir tahun ini. Earning growth akan tumbuh sekitar 15%. Jadi, 2022 ini jika kita lihat dari earning growth 15% yang kami prediksi ini, sekitar dua pertiga datang dari perbankan dan banyak juga di-drive oleh komsumsi domestik,” kata Adrian saat jumpa pers secara daring di Jakarta, Rabu (23/2).

Menurut Adrian, pada tahun ini perekonomian domestik akan pulih setelah pada tahun lalu pasar ekspor yang lebih dahulu positif seiring negara-negara lain yang pulih lebih cepat dibandingkan Indonesia.

Ia juga menilai, kenaikan IHSG juga ditopang oleh meningkatnya ekspektasi pendapatan dan laba emiten yang telah tampak pada paruh kedua 2021 lalu.

“Kalau kita lihat sebelum bulan Agustus, memang konsensus earning share itu up and down dan cenderung lebih ke arah flattening. Tapi Agustus hingga Desember itu trennya naik ke atas terus, sehingga memang mencerminkan optimisme yang mulai terbangun,” ujar Adrian.

Kendati demikian, Adrian menyampaikan risiko-risiko global berpotensi menjadi tantangan bagi IHSG untuk mencapai level 7.400, salah satunya kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve.

“Kami lihat tidak hanya persoalan interest rate naik berapa, tapi juga mengenai kemungkinan quantitative easing di sana, pandangan The Fed supaya balancing reductioni ini akan skemanya seperti apa dan secepat apa memang masih jadi tanda tanya, masih ada perdebatan kubu. Itu menurut kita masih ada gonjang ganjing di sana,” kata Adrian.

Namun, lanjut Adrian, di sisi lain proses pemulihan perekonomian sendiri dinilai masih sangat awal. Kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed, menurutnya tidak perlu sepenuhnya diikuti oleh Bank Indonesia selaku otoritas moneter di Tanah Air.

“Keharusan untuk menaikkan suku bunga tidak perlu 1:1 dengan apa yang dilakukan oleh The Fed. Tekanan inflasi memang ada, tapi recovery kita masih early. Misalnya sektor perbankan yang masih suportif supaya growth ini ada perbaikan dibandingkan tahun lalu karena likuiditas juga masih sangat ample,” ujar Adrian.

Ia menambahkan, sumber-sumber volatilitas bagi pasar modal akan terus ada seperti The Fed yang bisa saja tiba-tiba lebih agresif ataupun risiko politik global yang meningkat seperti yang terjadi saat ini di Ukraina.

“Namun, selama harga komoditas penurunannya tidak tajam, masih bisa konsisten, dan recovery dari sisi domestik ekonomi masih sangat konsisten pada masa transisi dari pandemi, risiko-risiko tersebut masih bisa terjaga,” ujar Adrian./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...