www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Masyarakat Diajak Ramaikan Pariwisata Dalam Negeri
NasionalNASIONAL & POLITIK

Masyarakat Diajak Ramaikan Pariwisata Dalam Negeri

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas/Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat dan seluruh pemerintah daerah diajak turut meramaikan wisata dalam negeri. Hal ini untuk menjaga agar sektor pariwisata tidak mengalami defisit dan menjaga stabilitas devisa di tengah krisis global.

Demikian disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan kepala kejaksaan tinggi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, baru-baru ini. 

“Ajak masyarakat kita—ini kita bisa defisit wisata kita, yang datang ke sini belum banyak, yang keluar malah banyak sekali. Hati-hati devisa kita bisa lari lagi kalau caranya kita tidak rem,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki daerah-daerah tujuan wisata yang baik. Presiden memerinci beberapa daerah: Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Danau Toba, Raja Ampat, Bromo, Jogja, Bangka Belitung (Babel), hingga Jakarta.

“Hati-hati, sekali lagi, tolong masyarakat diajak, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, ajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri saja,” imbuhnya.

Kepala Negara menyayangkan, di tengah situasi krisis global saat ini, justru banyak pihak yang memilih untuk berkunjung ke luar negeri. Presiden menilai bahwa hal tersebut seharusnya bisa dibatasi.

“Kenapa dalam situasi krisis global seperti ini malah berbondong-bondong ke luar negeri? Dipamer-pamerin di Instagram, apalagi pejabat,” kata Presiden.

Batasi Ke Luar Negeri

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk dapat membatasi kegiatan kunjungan ke luar negeri, dan mengajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Presiden sendiri mengaku sangat selektif dalam memilih kunjungan ke luar negeri dan hanya memilih kunjungan yang akan memberikan manfaat signifikan.

“Saya diundang ke luar negeri itu mungkin setahun bisa lebih dari 20 undangan. Saya datang paling dua atau tiga karena betul-betul saya rem. Ini ada manfaat konkret enggak sih? Karena juga keluar uang kita itu. Jadi hal-hal yang seperti itu rem. Rakyat juga kita beri tahu, gunakan untuk wisata di dalam negeri saja,” ujar Presiden./Setpres

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Pemkot Bandung Perkuat Literasi Al-Qur’an, Guru Mengaji Disiapkan Jadi Penggerak

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan literasi Al-Qur’an sebagai salah...

Nasional

Warga Makassar Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan

MAKASSAR, Bisnistoday.co.id - Kesibukan pada hari Senin hingga Jumat terkadang membuat masyarakat...

Kereta APi
Nasional

Menjelahi Pulau Jawa Dengan Kereta Api Rute Merak hingga Ketapang

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Jaringan kereta api Indonesia memiliki cerita menarik pada lokasi-lokasi...

Bendungan Batutegi
Nasional

Pemerintah Optimalkan Bendungan Batutegi Untuk Penyediaan Air Baku Perkotaan dan Irigasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Di balik kokohnya infrastruktur Bendungan Batutegi yang dibangun Kementerian...