www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Wisata & Kuliner Mengenal Kuliner Resto Panggonan dari Besutan Seorang Arsitek Tulen
Wisata & Kuliner

Mengenal Kuliner Resto Panggonan dari Besutan Seorang Arsitek Tulen

Pemilik Resto Panggonan Masyuri
Pemilik Resto Panggonan, Masyuri./
Social Media

DEPOK, Bisnistoday – Siapa ‘tak kenal maka tak sayang’ rasanya masih relevan apabila dikaitkan dengan dunia usaha kuliner dimasa kini. Begitupun, apabila Anda kebetulan melintasi di kawasan depan Alun-Alun Kota Depok, atau perumahan Grand Depok City (GDC) sepintas ada pemandangan resto unik di seberangnya.

Itulah resto Omah Panggonan, merupakan hasil besutan seorang arsitek kawakan yang kini mulai menekuni profesi lainya yakni usaha kuliner. Bisa dibilang, usaha kuliner ini merupakan kegiatan bentuk aktualisasi diri dari Ir. Masyuri, M.Ars yang kesehariannya sebagai pengembang konstruksi sekaligus arsitetur tulen.

Resto yang berada di depan Alun-Alun GDC ini, merupakan kali pertama Masyuri membangunya dengan memanfaatkan barang-barang atau properti bekas. Seperti kayu kuno bekas, perabotan, furniture bekas yang disulap menjadi ornament tradisional yang apik, enak dipandang, bernilai seni, serta cocok untuk mebeler resto.

Awalnya, resto Omah Panggonan ini merupakan lahan kosong, dari beberapa kavling rumah di GDG yang kebetulan berada di lajur utama. Sepanjang pandemic Covid-19, lahan tersebut terlihat terbengkalai, kosong, ditumbuhi alang-alang, malah akhirnya dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat buang sampah.

Dari situlah, Masyuri berpikir keras agar menjadikan lahanya yang tidak produktif ini menjadi lebih produktif serta menghasilkan cuan. Lahan rumah ini selanjutnya dibersihkan dan diratakan, dan mulai dibangun rumah antik bernuansa Jawa, dari bahan kayu bekas yang didapat dari sekitar Jabodetabek.

Baca Juga : Dari Pesantren ke Panggung Kuliner, Kisah Inspiratif Santri Jago Masak

Terinsipirasi dengan resto lainnya, Masyuri mulai meminta masukan dari berbagai koleganya. Bahkan, tukang nasi goreng, tukang bakso, warga yang melintasi sekitar kawasan ini, dimintai masuk untuk dijadikan apa lahan rumah kosong tersebut. Dari beberapa pendapat warga, Masyuri bertekad bulat dengan insting nya yang tajam, menyiapkan usaha kuliner di empat kavling tersebut.

Mengerucut Tempat Kuliner

Sudah pasti mengerucut usaha kuliner, hanya sang artitek ini mengaku buta dengan bisnis kuliner ini. Nah, akhirnya dalam perjalanan bertemu dengan mantan karyawan yang menekuni bidang kuliner khas Jawa. Ia berpendapat dalam benaknya, konstruksi seni rumahnya mendukung dengan usaha outlet untuk kuliner khas Jawa, tradisional.

Tidak berlama-lama, dan berpikir panjang, Masyuri mengajak sang CEF andalanya untuk menyiapkan sejumlah percobaan menu andalan di Omah Resto Panggonan. Konsepnya sesuai namanya, Panggonan, maka di resto ini menyuguhkan makan khas Jawa, seperti Ayam Bakar, Garang Asem, Mie Dog-Dog, serta dilengkapi camilan, tempe mendoan, pisang goreng dan lainnya.

Sedangkan menu minumnya, memperkuat nuansa tradisional Jawa, seperti es teh, kopi tubruk, kopi susu, minuman tradisional, temulawak, maupun minuman tradisional botol yang sempat terkenal dimasa 70-80 an silam. Untuk minuman rasa sarsaparilla, temulawak, dan lainnya dipesan langsung dari Jombang, Jawa Timur.

Menunya juga tidak sembarangan, dengan menyajikan ayam dari hasil kawin silang, antara ayam kampung dengan ayam negeri. Ayam ini, disebutnya merupakan material yang pas, tidak keras dan juga tidak lembek yang menjadi menu andalan.

Masyuri yang berprofesi arsitek, dengan karya konstruksi yang megah seperti rumah sakit, serta properti besar di beberapa kota ini, menjadikan Resto Panggonan ini sebagai tempat untuk bersosialisasi, bertukar ide, bertemu dengan koleganya, kawan-kawan usahanya selain juga memang kegemarannya usaha kuliner.

Dalam perjalanannya, Resto Panggonan yang dibuka sejak akhir 2023 lalu ini, terus berkembang pesat. Awalnya, Masyuri membuka dua kavling tanah, untuk resto terkadang masih kurang luas, sehingga sekarang sudah dikembangkan ke area empat kavling. Nantinya property yang dikembangkan ini, akan menyajikan makanan prasmanan.

Sangkin seriusnya, Masyuri ini, juga menanamkan pohon kuno kamboja dengan umur sektiar 300 tahun yang ditempatkan didepan resto Panggonan. Walau tidak mudah menanam pohon langka ini, namun tetap dilakukan melalui berbagai pendapat pakar, yang akhirnya sampai sekarang pohon langka ini masih tetap gagah dan teduh.

Masyuri yang juga jebolan Arstitek UI angkatan tahun 89 ini, sudah mengenai kawasan Depok sangat lama. Baginya, Depok juga sebagai tempat bernaung keluarga serta bersosialisasia dengan koleganya entah kawan lama sebagai pengajar maupun ,kawan seprofesinya. Masyuri, berpendapat bahwa didalam menjalankan usaha harus tetap fokus serta pantang menyerah.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Badendeng
Wisata & Kuliner

Diawali Rasa Penasaran, Guruh Menggeluti Bisnis Kuliner Dendeng Rasa Minang Tanpa Santan

KAB.TANGERANG, Bisnistoday.co.id– Sepotong dendeng unjuk pesona di atas wajan panas. Sesekali, bauran...

Terowongan Tua
Wisata & Kuliner

Menembus Gunung Sejak 1879, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday.co.id -Dari Lampegan di Jawa Barat hingga Lubang Kalam di Sumatera...

Wisata & Kuliner

Archipelago Hotels Hadirkan Driver Appreciation Discount

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Setiap hari, para pengemudi menghabiskan waktu di jalan untuk...

Wisata & Kuliner

IKAPTRI Tourism Fair 2027 Resmi Diluncurkan, Satukan Alumni dan Ekosistem Pariwisata 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) resmi memperkenalkan IKAPTRI Tourism...