Raja Ampat, sebuah wilayah kepulauan di Papua Barat sudah sangat terkenal dengan keindahan wisata baharinya. Selain keanekaragaman flora dan fauna bawah laut, pemandangan lanskap pulau-pulau yang dikelilingi lautan biru jernih telah menjadi ikon utamanya. Namun, tidak semua “pecandu traveling” bisa ke tempat itu, mengingat waktu, terutama biaya yang dibutuhkan cukup besar.
Bagi Anda yang belum kesampaian ke Raja Ampat, cukup mampir ke Waduk Bajulmati di Situbondo, Jawa Timur. Waduk yang terletak di perbatasan wilayah Banyuwangi dengan Situbondo ini telah menjadi primadona tujuan wisata baru bagi wisatawan karena dekat dengan Kawasan Taman Nasional Baluran.
Banyak wisatawan di Banyuwangi yang menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Taman Nasional Baluran, Situbondo. Dengan waktu tempuh kurang dari satu jam jalan darat, wisatawan sudah bisa menjangkau Waduk Bajulmati dan Taman Nasional Baluran di Situbondo, karena saling berdekatan.
Terletak diantara Gunung Baluran dengan Pegunungan Ijen, waduk tersebut dibangun untuk membendung Sungai Bajulmati yang menjadi sumber air utamanya. Waduk dengan luas genangan 91,93 hektare ini mampu menampung air dengan kapasitas maksimal 10 juta meter kubik.
“Berbeda dengan pemandangan waduk pada umumnya, panorama Waduk Bajulmati tak ubahnya nampak seperti gugusan kepulauan di Raja Ampat. Liuk-liuk perbukitan yang mengelilingi, dan menyembul di tengah-tengah waduk, sangat mirip dengan Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta di Raja Ampat.”
Waduk Bajulmati mencangkup wilayah Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo di Kabupaten Banyuwangi dan Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih di Kabupaten Situbondo. Waduk ini juga dekat dengan Jalan Nasional Rute 1 ruas Kabupaten Banyuwangi-Kabupaten Situbondo dan berjarak 38 kilometer sebelah utara kota Banyuwangi.
Berbeda dengan pemandangan waduk pada umumnya, panorama Waduk Bajulmati tak ubahnya nampak seperti gugusan kepulauan di Raja Ampat. Liuk-liuk perbukitan yang mengelilingi, dan menyembul di tengah-tengah waduk, sangat mirip dengan Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta di Raja Ampat. Sementara memandang ke arah timur, akan terlihat Gunung Baluran berselimut awan, seakan seorang raja yang nampak gagah dengan jubah kebesarannya.
Tak perlu lelah berjalan kaki untuk menikmati keindahan Waduk Bajulmati, setelah membayar tanda masuk di pintu gerbang, pengunjung dapat membawa kendaraan ke hamparan bukit yang mengelingi danau. Anda dapat memilih berhenti di puncak-puncak bukit yang tersebar, untuk sekedar berswafoto, atau menikmati bekal bersama keluarga.
Sejauh mata memandang terlihat hamparan air nan biru, “mengepung” gundukan bukit kehijauan. Sementara hembusan angin terasa begitu segar, menghadirkan suasana sejuk dan tentram. Sekedar tips, pengunjung yang ingin menikmati sensasi “Raja Ampat KW” ini lebih baik datang ke Situbondo pada awal musim kemarau. Selain bebas menikmati perjalanan tanpa terhalang hujan, ketinggian permukaan air pada awal musim kemarau tidak sampai menutupi gugusan bukit di tengah waduk. Sedangkan bila kita berkunjung pada akhir musim kemarau, dikhawatirkan permukaan waduk terlalu rendah akibat dampak kekeringan.
Selain keindahan panorama, wisatawan bisa melakukan kegiatan memancing di waduk ini. Spot memancing yang tersedia hampir tak terbatas, kita bebas memilih di sejumlah lokasi di kaki bukit yang mengelilingi waduk di bagian selatan. Beragam ikan air tawar seperti mujair, nila dan lainnya memang ditebar di waduk untuk keperluan budidaya.
Rute Lokasi
Waduk Bajulmati banyak menerima limpahan wisatawan dari Banyuwangi. Bila Anda datang dari arah Banyuwangi, cukup mudah mencapai lokasi ini karena letaknya bersebelahan dengan Kawasan Taman Nasional Baluran.
Jika menggunakan kendaraan pribadi atau sewa dari Kota Banyuwangi, pilih rute menuju Pelabuhan Ketapang – Pantai Watudodol – Jalan Lintas Banyuwangi-Situbondo – Pasar Bajulmati. Setelah 5 menit perjalanan melewati Gerbang Taman Nasional Baluran, kita akan menemukan pintu masuk Waduk Bajulmati di sebelah kiri jalan.
Sedankan bagi penggemar alat transportasi bus, dari Pelabuhan Ketapang pilih bus jurusan Situbondo, dan cukup pesan pada kondektur minta turun di depan gerbang waduk Bajulmati.
Sementara wisatawan yang datang dari arah kota Situbondo, ambil rute ke arah Banyuwangi atau Pelabuhan Ketapang. Menjelang perbatasan Banyuwangi, kita akan melihat masuk Waduk Bajulmati di sebelah kanan jalan.
Untuk menikmati sensasi Raja Ampat KW, pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya tiket 10 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat, dan 5 ribu rupiah bagi pengguna sepeda motor. Sebaiknya pengunjung membeli bekal di perjalanan atau sebelum masuk kawasan waduk, karena di dalam tidak ada penjual makanan dan minuman./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















