PONTIANAK, Bisnistoday – Kementerian Koperasi menyerahkan bantuan pinjaman dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) sebesar Rp502 juta kepada Koperasi Desa Merah Putih Jeruju Besar di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat.
“Secara simbolis saya menyerahkan bantuan pembiayaan dari LPDB kepada Kopdes Jeruju Besar. Ini bentuk nyata negara hadir untuk memastikan warga desa tidak lagi hanya menjadi objek, tapi pelaku ekonomi,” kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat mengunjungi Kopdes Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (30/9).
Menkop mengatakan bahwa koperasi desa perlu diberdayakan agar menjadi subjek utama dalam penguatan ekonomi rakyat. Salah satunya melalui akses pembiayaan yang kini semakin terbuka.
LPDB Siap Salurkan Pembiayaan untuk 80 Kopdes Percontohan di Indonesia
Ferry mengatakan potensi kelapa di Jeruju Besar cukup melimpah yang dapat dikelola lebih serius dengan membangun industri hilir. Ia menyebut, PT Pertamina Patra Niaga siap mendukung pembangunan industri pengolahan kelapa berbasis koperasi.
“Tolong segera siapkan proposal pembangunan industri hilir dari kelapa. Pertamina Patra Niaga akan mendukung dan memodali,” ucapnya.
Selain pengolahan kelapa, Kopdes juga memiliki usaha pengelolaan sampah menjadi pupuk cair organik. Menkop menilai diversifikasi usaha Kopdes merupakan kunci agar koperasi bisa mandiri dan berkelanjutan.
Bank Mandiri juga disebutkan siap mengambil peran penting dalam penguatan koperasi desa ini dengan memberikan dukungan pembiayaan untuk penambahan modal kerja atau untuk investasi. Mereka akan membantu pembiayaan pembangunan gudang berkapasitas 20–30 ton serta peremajaan gerai sembako.
Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalizah, menyambut dukungan ini dengan optimisme. Menurutnya, bantuan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) akan langsung digunakan untuk memperkuat usaha koperasi. Saat ini, omzet Kopdes Jeruju Besar mencapai sekitar Rp150 juta per bulan dengan pendapatan kotor Rp20 juta.
“Pinjaman dari LPDB ini akan kami gunakan untuk pengembangan gerai sembako, terutama menambah stok LPG, beras, minyak, dan bahan pokok lain. Kami juga investasi mobil pickup sekitar Rp170 juta dari total Rp502 juta untuk angkutan beras dan telur dan komoditas lainnya,” kata Nurhalizah.





































