www.bisnistoday.co.id
Jumat , 23 Februari 2024
Home EKONOMI MenkopUKM Dorong Transformasi UMKM Pasca Pandemi
EKONOMI

MenkopUKM Dorong Transformasi UMKM Pasca Pandemi

pasar ukm
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Tak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 membuat sektor koperasi dan UMKM terkena imbas yang cukup besar. Untuk itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, perlu upaya serius dalam meningkatkan kekuatan UMKM pasca pandemi nanti.

KemenkopUKM lanjut Teten, menekan tiga upaya transformasi yang perlu dilakukan koperasi dan UMKM ke depannya. Menurutnya, transformasi tersebut menjadi formulasi tepat bagi koperasi dan UMKM. Pertama, transformasi UMKM dari informal ke formal. Ia melihat, saat ini masih banyak koperasi dan UMKM yang belum berbadan hukum.

Dari badan hukum ini, kata Teten, UMKM akan terus berkembang. Pasca pandemi, banyak muncul usaha mikro baru akibat dampak pemutusan kerja saat Covid-19 memilih untuk menjadi usaha mikro, untuk itu potensi ke depan munculnya usaha mikro makin banyak.

“Strategi kami di kementerian, bagaimana usaha mikro dan kecil ini tumbuh ke atas. Ditambah, masalah izin pendirian koperasi ini di Undang-Undang Cipta Kerja makin dimudahkan, sekaligus mendorong kesempatan UMKM naik kelas,” imbuh Teten dalam talkshow bertajuk Sinergi dan Kolaborasi dalam Pemberdayaan UKM Guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kendari, Sultra, Sabtu (12/12). 

Kedua lanjut dia, adalah transformasi digital. “Untuk marketing pemasaran nanti lebih efisien bisnisnya lewat proses digital, termasuk dari sisi payment digital. Ini penting disiapkan UMKM untuk dihubungkan ke ekosistem digital,” ujarnya.

Ia bersyukur, saat ini UMKM juga sudah dibantu oleh program Pasar Digital (PaDi) di mana KemenkopUKM telah bekerja sama dengan 9 BUMN. Di mana penciptaan peluang pasa bagi UMKM makin besar.

Yang ketiga adalah transformasi teknologi produksi, supaya UMKM memiliki daya siang. Teten pun mengeluhkan banyaknya market dalam negeri yang diserbu produk impor lewat e-commerce.

“Kalau UMKM mau bersaing, maka harus ada standarisasi global. Ini sedang terus kita rancang,” imbuhnya.

KemenkopUKM juga mendorong inisiatif dengan membangun rumah produksi bersama. Tujuannya agar UMKM bisa terus produksi secara bersama-sama meski tak memiliki pabrik sendiri.

“Kita juga ingin transformasi UMKM rantai pasok. Karena kebanyakan usaha UMKM ini kecil-kecil, dibantu supaya bisa tembus ke pasar lebih besar secara nasional,” ucap Teten.

Diakui Teten, UMKM terkena dampak langsung dari dua sisi yaitu sisi supply dan demand, sehingga dibutuhkan strategi UMKM ke rantai pasok nasional maupun global, juga klaster, komoditas maupun digitalisasi.

Ia menyebut, jumlah UMKM sebanyak 64 juta sekitar 22,9 persennya mengalami penurunan penjualan, 20 persen distribusi terganggu, 19,3 persen terkendala modal dan sekitar 18 mengalami kesulitan bahan baku.

“Di tengah daya beli turun, maka penting ekonomi nasional digerakkan oleh belanja pemerintah. Kami juga menggerakan beli produk UMKM lewat Gerakan Belanja Buatan Dalam Negeri,” tuturnya./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lifting MIgas
EKONOMI

Lifting Migas Kepri Diatas Target

TANJUNG PINANG, Bisnistoday - Lifting migas Provinsi Kepulauan Riau tahun 2023 tercatat...

EKONOMI

Lima Bendungan Siap Diresmikan Tahun Depan

JAKARTA, Bisnistoday  - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat...

EKONOMI

HCML Dukung Target Pencapaian SKK Migas 

PASURUAN, Bisnistoday – Kontraktor Kontrak Kerja Sama Husky – CNOOC Madura Limited...

EKONOMI

Pemerintah Mesti Awasi Ketat Jika TikTok Shop Kembali Buka

JAKARTA, Bisnistoday - TikTok Shop telah resmi ditutup pemerintah selama sebulan lebih,...