www.bisnistoday.co.id
Kamis , 29 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Menperin Keluhkan Keterbatasan APBN Dalam Pengembangan Industri
HEADLINE NEWS

Menperin Keluhkan Keterbatasan APBN Dalam Pengembangan Industri

Menperin Agus
Menperin Agus G Kartasasmita./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perindustrian (Menperin) mengakui sejumlah program prioritas pada tahun 2025 sulit diwujudkan karena ketebatasan pagu anggaran. Kendati tidak semua pengembangan industri butuh anggaran besar, tetapi ketiadakan anggaran menjadi memperlambat pengembangan sektor industri.

Kementerian Perindustrian memiliki pagu alokasi anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp2,51 triliun atau turun 34 persen dibandingkan anggaran tahun 2024 yang mencapai Rp3,83 triliun. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (12/11),

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penurunan anggaran Kemenperin TA 2025 akan berdampak signifikan terhadap pelaksanaan beberapa program prioritas dalam pengembangan sektor industri di Indonesia.

“Program prioritas itu antara lain pendampingan teknis implementasi pemenuhan persyaratan standar industri hijau untuk 25 perusahaan yang belum dapat dibiayai. Jadi, penurunan anggaran ini berdampak pada pengurangan 25 perusahaan yang kami tidak bisa biayai untuk program ini,” kata Menperin di Jakarta, Selasa (12/11).

Selanjutnya, turut berdampak terhadap kegiatan fasilitasi dan pembinaan industri halal, yang hanya bisa dilaksanakan untuk 1.000 industri dari total target sebanyak 6.000 industri. Selain itu, untuk penumbuhan wirausaha baru (WUB) hanya dapat diberikan kepada 1.365 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari total kebutuhan sebanyak 3.906 IKM.

Dana Pelatihan Merosot

Berikutnya, penurunan anggaran berdampak pada pelatihan vokasi sistem 3in1, yang hanya teralokasikan untuk 1.070 peserta dari total kebutuhan sebanyak 25.170 orang. Kemudian, dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi di Politeknik atau Akom milik Kemenperin, hanya teralokasikan untuk 2.537 mahasiswa sehingga 10.096 mahasiswa belum dapat dibiayai pada tahun depan. Sedangkan, di tingkat SMK, hanya teralokasikan untuk 1.712 siswa sehingga 6.763 siswa yang belum dapat dibiayai di tahun 2025.

Pada program restrukturisasi permesinan di industri besar dan IKM, untuk peningkatan teknologi hanya dapat diberikan kepada 73 perusahaan dari total kebutuhan sebanyak 422 perusahaan, termasuk IKM. “Untuk pengembangan dan hilirisasi industri berbasis rumput laut, sagu, teh, susu dan pengolahan hasil hortikultura, pada tahun depan tidak ada sama sekali anggaran yang bisa disiapkan untuk membiayai program tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, fasilitasi pelaksanaan empat promosi luar negeri melalui World Osaka Expo, High Point Market North Carolina, Hongkong Food Expo, dan Paris Airshow, juga belum dapat dibiayai. “Sebelumnya, kami aktif pada partisipasi pameran-pameran tersebut, tetapi tahun depan kami tidak bisa mengirim delegasi atau menyediakan booth peserta,” ujar Menperin.

Dampak berikutnya adalah fasilitasi sertifikasi TKDN produk dalam negeri, akan mengalami penurunan pada penerimanya. Tahun depan, diperkirakan hanya dapat diberikan untuk 875 sertifikat produk dari total kebutuhan 3.375 sertifikat produk.

“Penurunan anggaran ini berdampak pula pada program pendampingan pemenuhan dan kepatuhan kawasan industri terhadap regulasi yang berlaku serta penyusunan regulasi turunan PP Perwilayahan Industri, yang juga belum dapat dibiayai untuk tahun depan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Menperin berharap sinergi dan kolaborasi antara Kemenperin dengan Komisi VII DPR RI bisa terus berjalan dengan baik. “Karena kita ketahui berdasarkan semua data, industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian nasional. Hal ini sejalan dengan target dari pemerintahan Bapak Presiden Prabowo, untuk memacu pertumbuhan ekonomi bisa sampai 8 persen,” paparnya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

HEADLINE NEWS

Bahlil Lahadalia: Perang Global Tak Kunjung Usai, Indonesia Harus Selamatkan Diri dari Krisis Energi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko...

Kemendikdasmen
HEADLINE NEWS

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Perluas Akses dan Perkuat Mutu Pendidikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden...

Menperin
HEADLINE NEWS

PMI Kembali Ekspansi, Menperin Sarmuji Dorong Optimalisasi Utilisasi Industri

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong utilisasi industri nasional naik...

Perusahaan Gas Negara
HEADLINE NEWS

Pemerintah Prioritaskan Pasokan Gas Bumi untuk Kebutuhan Industri Dalam Negeri

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan dukungan terhadap gagasan Menteri...