JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof.Abdul Muti memberikan apresiasi kepada pada Apresiasi Handai indonesia 2026. Ajang ini merupakan bagian dari penghargaan warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarkat, dan kebudayaan Indonesia.
“Acara Handai Indoneia, sebgai ajang diselenggarakan setiap tahun oleh Badan Bahasa yang dikuti berbagai penutur asing . Tujuanya, untuk mempopulerkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa lintas negara, dalam menjalin hubungan seabgai bahasa perantara.,” ungkap Mendikdasmen, Prof.Abdul Mu’ti di Jakarta saat kegiatan Apresiasi Handai Indonesia 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Jumat (21/8) sore.
Menurut Mendikdasmen, kegiatan Handai Indonesia 2026 diikuti oleh ratusan warga asing dari berbagai negara. Para peserta tersebut telah dinyatakan mampu menggunakan Bahasa Indoneisa dengan baik dan benar melalui ajang baca puisi menyanyi maupun pantun. “Ini suatu ciri kekayaan bangsa Indonesia. Saat ini Bahasa Indonesia sebagai Bahasa resmi UNESCO, semoga berkembang sebagi alat diplomasi bangsa.”
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin menuturkan, saat pembelajaran didalam kelas para penutur asing ini, berupaya untuk menguasai Bahasa Indonesia dengan baik. Program ini juga untuk meningkatkan kelas Bahasa Indonesia bagi para Diplomat.
“Saat ini pengembangan BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) sudaha berada dia 62 negara. Inipun memperlihatkan minat negara asing untuk mengusai Bahasa Indonesia makin meluas. Ditargetkan pada tahun 2045 atau Indonesia Emas, Bahasa Indonesia sudah sebagai Bahasa Internasional.”
Lebih lanjut, Kepala Badan Bahasa ini menguraikan, Festival Handai Indonesia dimeriahkan melalui lima jenis lomba, yaitu lomba bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.Penilaian dilaksanakan secara berjenjang yang terdiri atas babak penyisihan melalui pengiriman karya secara daring dan babak final melalui penampilan secara langsung di Jakarta.
Hafidz Muksin mengatakan sebanyak 542 orang dari 79 negara mendaftarkan diri secara daring. Berdasarkan penilaian secara berjenjang oleh dewan juri pada babak penyisihan, lanjutnya, terpilih sebanyak 25 orang finalis yang berasal dari 21 negara, yaitu Afganistan, Australia, Austria, Botswana, Filipina, Honduras, India, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Nigeria, Palestina, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Tailan, Timor Leste, dan Uzbekistan.
Melalui gelaran festival tersebut, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada peserta terbaik I, II, dan III dari lima jenis lomba, serta kepada perwakilan tim pengajar dan perwakilan peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat./








































