www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

Proyek Aspal Jalan
PEMBANGUNAN jalan dengan menggunakan aspal buton./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (Permen) tentang penggunaan Aspal Buton (Asbuton) Olahan dapat rampung dalam dua pekan ke depan. Hal tersebut, sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor aspal nasional.

Menurut Menteri Dody, secara teknis penggunaan Asbuton tidak menjadi kendala signifikan, namun tetap membutuhkan payung hukum agar implementasinya dapat berjalan optimal dan masif di lapangan.

“Secara teknis bukan sesuatu yang besar, tetapi kita tetap perlu payung hukum. Karena itu, penyusunan Permen ini kita percepat dan ditargetkan dalam 1–2 minggu ke depan sudah selesai sehingga bisa segera kita launching,” kata Menteri Dody, Jumat, (17/4).

“Kita mulai dari A30 karena saya yakin ini bisa langsung dikerjakan. Kontraktor tidak akan kesulitan karena penyesuaiannya tidak besar. Yang penting sekarang adalah memastikan ada regulasi yang mengatur,” tambah Menteri Dody.

Percepatan regulasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan ketergantungan terhadap impor aspal yang selama ini masih mendominasi kebutuhan nasional. Pemerintah menargetkan penurunan impor aspal hingga minimal 30% melalui peningkatan pemanfaatan Asbuton.

Salah satu terobosan utama dalam kebijakan ini adalah penerapan skema A30, yakni penggunaan Asbuton sebesar 30% dalam campuran aspal.

“Kita ingin menurunkan impor aspal, minimal sekitar 30 persen. Kita belajar dari kebijakan energi seperti B10, B20, hingga B30. Untuk aspal, kita tidak mulai dari kecil, tetapi langsung A30 karena secara teknis sangat memungkinkan,” tutur Menteri Dody.

Potensi Penggunaan Aspal

Saat ini, berdasarkan data Kementeri PU, penggunaan Asbuton masih relatif rendah, yakni sekitar 4% dari total konsumsi aspal nasional. Dengan kebijakan ini, komposisi penggunaan aspal nasional ditargetkan meningkat  signifikan menjadi sekitar 30%, sementara porsi penggunaan aspal minyak impor menurun dari sebelumnya sebesar 78% menjadi sekitar 52%. Sementara itu, penggunaan aspal minyal lokal tetap berada di kisaran 18%.

Dari sisi ekonomi, optimalisasi penggunaan Asbuton diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp4,08 triliun per tahun serta meningkatkan penerimaan pajak domestik sekitar Rp1,6 triliun per tahun. Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan memberikan efek ganda terhadap perekonomian hingga Rp22,67 triliun serta membuka peluang lapangan kerja baru melalui pengembangan industri pengolahan Asbuton di dalam negeri./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kekeringan
HEADLINE NEWSNasional

Ratusan Wilayah Darurat Kekeringan dan Belum Semua Tertangani

JAKARTA, Bisnistoday - Tercatat sebanyak 294 lokasi kekeringan akibat El Nino di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Komitmen Jaga Integritas Anti Korupsi Guna Sukseskan Program KDKMP

JAKARTA, Bisnistoday –  Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya menjaga integritas dan kepercayaan publik...

Gedung Kemenperin
Ekonomi & Bisnis

Permintaan dan Produksi Manufaktur Indonesia Tercatat Naik Per Juli 2026

JAKARTA, Bisnistoday –  Tercatat, dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Juli 2026...

Ketua MK
HEADLINE NEWS

Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Permohonan Pemisahan Anggaran MBG dangan Anggaran Pendidikan

JAKARTA, Bisnistoday - Mahkamah Konstitusi (MK) akhirkan mengabulkan untuk sebagian permohonan yang...