www.bisnistoday.co.id
Kamis , 27 Agustus 2026
Home GLOBAL Moody’s Turunkan Prospek Inggris Jadi Negatif
GLOBALKawasan Global

Moody’s Turunkan Prospek Inggris Jadi Negatif

PROSPEK INGGRIS : Big Ben Tower sebagai ikon Kota London, belum lama ini. Lembaga pemeringkat independent Moody's menurunkan peringkat prospek Inggris seiring dinamika politiknya.
Social Media

NEW YORK, Bisnistoday – Prospek Inggris diturunkan menjadi negative dari stabil atas gekolak politik yang sedang berlangsung. Hal ini disampaikan Lembaga Pemerintah Moody’s pada Jumat (21/10), dan dinyatakan prospek pertumbuhan lebih lemah dan inflasi tinggi. Namun, Moody’s tetap mempertahankan peringkat utang untuk Inggris di “Aa3.”

Pengunduran Perdana Menteri Inggris Liz Truss pada Kamis (20/10) memicu proses kepemimpinan baru, dengan waktu cepat. Ini terjadi setelah kondisi dianggap kurang nyaman dalam dirinya yang berada dalam kekuasaan. Namun hal ini ini, bisa memicu perpecahan di internal Partai Konservatif pendukung pemerintah. 

Menurut Moody’s melalui keteranganya, “Ketidakpastian yang meningkat dalam pembuatan kebijakan di tengah prospek pertumbuhan yang semakin lemah dan inflasi yang tinggi.”

Moodys dalam laporanya menyatakan, adanya risiko terhadap keterjangkauan utang Inggris dari kemungkinan pinjaman yang lebih tinggi dan risiko pelemahan berkelanjutan dalam kredibilitas kebijakan.”

Disisi lain, Mantan Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng mengumumkan sekitar 45 miliar pound pemotongan pajak secara permanen yang tidak didanai sejak 23 September 2022. Demikian juga, rencana mahal untuk membatasi tarif energi untuk rumah tangga dan bisnis.

Kebijakan yang diambil ini, mengisyaratkan mata uang pound sterling dan pasar obligasi ke dalam kejatuhan dan bisa membuka krisis politik yang menyebabkan Truss memecat Kwarteng. Truss mengembalikan kebijakan dengan hampir semua pemotongan pajak yang direncanakan dan kemudian mengumumkan pengunduran dirinya sendiri.

Sementara, Menteri Keuangan baru Jeremy Hunt mengatakan akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk memulihkan kepercayaan pada keuangan publik Inggris. Dia akan mengumumkan rencana pada 31 Oktober 2022 nanti, dengan tujuan untuk menurunkan utang publik sebagai bagian dari output ekonomi dalam jangka menengah./ Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemnaker
Kawasan Global

Kemnaker dan ILO Tingkatkan Sinergi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

BANGKOK, Bisnistoday  – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...

Warga di Gaza kini kesulitan mendapatkan korek api
Kawasan Global

Di Gaza, Warga bahkan Sulit untuk Sekadar Menyalakan Api

JAKARTA, Bisnistoday - Rabab Deifallah duduk di dalam gubuknya. Tangannya yang mulai...

Warga berjalan melewati reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa bumi di Cali, Kolombia, 10 Agustus 2026. Foto: Ernesto Guzmán Jr/EPA
Kawasan Global

Ratusan Tewas, Ribuan Bangunan Ambruk Akibat Gempa di Kolombia

JAKARTA, Bisnistoday ; Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di Kolombia,...