www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Polytron dan Populix Bongkar Mitos Bisnis Kuliner dan Redefinisi Cara Tepat “Naik Kelas”
Ekonomi Rakyat

Polytron dan Populix Bongkar Mitos Bisnis Kuliner dan Redefinisi Cara Tepat “Naik Kelas”

UMKM Naik Level Bareng Polytron
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Mempertegas komitmennya dalam memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Polytron resmi berkolaborasi dengan platform riset Populix meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level” di Surabaya.

Data mengungkap bahwa 80% pelaku UMKM adalah kaum perintis, di mana 57% termotivasi oleh keinginan untuk mandiri dan 46% melihat adanya peluang pasar yang menjanjikan.

Lanskap ini didominasi oleh generasi muda, yakni Gen Z dan Milenial sebesar 65%. Dari segi pendanaan, mayoritas mengandalkan tabungan pribadi (63%) dan modal bertahap dari keuntungan usaha (46%), yang menunjukkan kemandirian sekaligus kerentanan finansial di tahap awal.

“Dalam perjalanannya, banyak UMKM terhambat karena asumsi yang keliru,” ungkap Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berikut adalah 5 mitos utama seputar UMKM yang dirangkum dari UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level :

1. Harus Punya Banyak Cabang

Terburu-buru ekspansi tanpa sistem justru membahayakan bisnis. Data menunjukkan 25% pelaku usaha kesulitan karena Sistem & SOP belum tertata. Sebanyak 48% pelaku UMKM masih mencatat transaksi secara manual, yang berakibat pada pengambilan keputusan hanya berdasarkan intuisi dan menyulitkan ekspansi.

2. Pinjaman Modal Susah Didapat

Meskipun 32% menyebut modal sebagai tantangan utama dan 50% merasa kesulitan meminjam dana dari bank, akar masalahnya adalah literasi.

Terdapat 26% pelaku yang tidak paham cara mengajukan pinjaman dan 19% tidak memiliki akses lembaga keuangan. Bank menilai kelayakan berdasarkan data tertulis (laporan keuangan dan arus kas), bukan sekadar potensi usaha.

3. Harga Produk Makin Mahal (sebagai Solusi Untung)

Mengerek harga berisiko karena 20% konsumen memiliki tipe sensitif harga. Tantangan sesungguhnya adalah Manajemen SDM (35%).

Sebanyak 67% UMKM mikro hanya memiliki 1-2 karyawan yang harus merangkap banyak fungsi, memicu masalah kecepatan pelayanan (55%) saat jam sibuk.

“Menambah karyawan berarti menambah biaya, sehingga solusi realistisnya adalah mengatur SOP dan menggunakan peralatan untuk mengurangi proses manual,” imbuh Learning & Development Lead MWX Indonesia, Kreshna Manggala

4. Mempunyai Omzet Besar (Sudah Pasti Aman)

Faktanya seringkali Omzet besar bisa menguap habis karena ancaman Biaya Tersembunyi (The Hidden Cost) akibat kelalaian operasional. Sering terjadi Premature Asset Death di mana alat rusak dalam 1 tahun karena salah penggunaan oleh pelaku usaha/ karyawannya.

“Hal ini memicu Double Financial Loss dimana bukan hanya keluar biaya servis, tapi bahan baku rusak dan operasional berhenti (total loss), yang berujung pada trauma finansial,” ucapnya.

5. Harus Pakai Peralatan Mahal

Kuncinya bukan pada “harga mahal”, melainkan investasi alat yang tepat. Saat ini, 60% UMKM belum memiliki produk elektronik pendukung”. Padahal 40% UMKM yang sudah menggunakannya merasakan peningkatan kecepatan pelayanan (68%) dan efisiensi bahan baku (50%).

Sayangnya, 42% UMKM salah langkah dengan membeli elektronik sekadar karena faktor harga termurah, mengabaikan aspek penting seperti garansi (27%) dan daya tahan (24%).

Berdasarkan temuan tersebut, Vina mengungkapkan bahwa Polytron meredefinisikan “Naik Level” menjadi 4 pilar yang terukur yaitu dari sisi konsep, sistem, aset, hingga ekspansi.

“Konsep yaitu Memikirkan identitas usaha, kenyamanan pelanggan, dan kesan profesional meski dalam skala rumahan. Sistem yaitu Menggantikan kerja manual secara perlahan dengan sistem digital yang minim kesalahan. Untuk Aset, berarti berpikir jangka panjang dengan memilih aset yang bisa menjadi pegangan usaha dalam waktu lama. Selnjutnya, Lakukan Ekspansi dengan membuka peluang baru dan diversifikasi tanpa membuat usaha yang sudah berjalan keteteran,” bebernya./E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Bandung Great Sale 2026 Hadirkan Diskon Besar, dari We Are We hingga Persib Store

BANDUNG, Bisnistoday - Bandung Great Sale 2026 menjadi agenda belanja yang menawarkan...

UMKM Batam
Ekonomi Rakyat

Semester I-2026, Kemendag Fasilitasi Seribu UMKM dalam Program “Business Matching”

JAKARTA, Bisnistoday– Kementerian Perdagangan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro,...

Mendes PDT
Ekonomi Rakyat

APKLI-P Dukung Mendes dan PDT Jadikan Kopdes Merah Putih Mitra Strategi Warung Kelontong

JAKARTA, Bisnistoday- Kehadiran Kopdes Merah Putih (KMP) adalah mitra strategis bukan pesaing...

BPOM RI
Ekonomi Rakyat

APKLI-P Sinergi Dengan BPOM RI Percepat Izin Edar Usaha Mikro

JAKARTA, Bisnistoday -BPOM RI mencatat sekitar 4,2 juta Usaha Mikro dan Kecil...