ACEH TAMIANG, Bisnistoday – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meresmikan hunian sementara (huntara) bagi 84 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1). Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hunian yang dibangun dengan sistem modular ini menjadi hunian pertama Kementerian PU dalam rangkaian program pemulihan bencana di Sumatera. Pembangunan dilakukan secara cepat namun tetap mengedepankan aspek keselamatan, sanitasi, dan kenyamanan warga yang selama berbulan-bulan harus bertahan di pengungsian darurat.
“Pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat. Negara harus hadir memastikan masyarakat kembali hidup layak dan aman,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo dalam sambutannya.
Huntara yang diresmikan berlokasi di Gampong Bundar, Kecamatan Karang Baru, tepat di belakang Kantor Bupati Aceh Tamiang. Kompleks hunian berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi dengan total luas bangunan 2.052 meter persegi, terdiri atas 7 blok hunian dan satu mushola.
Sebanyak 114 modul bangunan dirangkai menjadi 84 unit hunian yang mampu menampung sekitar 336 jiwa. Fasilitas pendukung disiapkan secara lengkap, mulai dari 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, hingga sistem air bersih dari sumur bor dan tandon. Limbah domestik diolah menggunakan sistem biotek, sementara pasokan listrik terhubung langsung ke jaringan PLN.
Pembangunan huntara ini berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, dengan pelaksana proyek PT Wijaya Karya (WIKA).
Target 1.200 Unit Huntara di Sumatera
Menteri Dody mengungkapkan, pembangunan huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari amanah besar yang diemban Kementerian PU untuk membangun 1.200 unit hunian sementara di wilayah Sumatera pascabencana.
“Untuk Aceh Tamiang, 84 unit telah selesai dan langsung diresmikan. Saat ini kami juga tengah menyelesaikan Huntara tahap kedua sebanyak 156 unit, agar semakin banyak warga bisa segera keluar dari tenda pengungsian,” ujarnya.
Huntara tahap kedua dibangun di atas lahan seluas 13.248 meter persegi dengan total luas bangunan 3.780 meter persegi. Sebanyak 210 modul disiapkan untuk 156 KK atau sekitar 624 jiwa, dilengkapi 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi guna menjaga standar sanitasi dan kesehatan lingkungan.
AHY: Huntara Jadi Pemicu Kebangkitan Pascabencana
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY memberikan apresiasi atas kerja cepat dan terukur Kementerian PU. Menurutnya, kehadiran huntara bukan sekadar menyediakan atap sementara, tetapi menjadi simbol awal kebangkitan wilayah terdampak.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang memulihkan harapan dan martabat warga. Huntara menjadi pemicu agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” kata AHY.
Bagi warga, hunian ini membawa perubahan nyata. Nur Syamsiah, salah satu penerima huntara, mengaku kondisi hidup keluarganya kini jauh lebih baik dibandingkan saat tinggal di tenda pengungsian.
“Di tenda saya sering sakit, malam dingin, siang berdebu. Sekarang alhamdulillah sudah punya tempat tinggal yang layak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan diresmikannya huntara bagi 84 KK ini, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat segera meninggalkan pengungsian darurat dan menjalani masa pemulihan dengan kondisi hunian yang lebih manusiawi, aman, dan bermartabat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah memastikan pengawalan pemulihan pascabencana terus berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas./


