BANDUNG, Bisnistoday -Universitas Widyatama menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), kampus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., dalam peringatan Dies Natalis ke-25 Universitas Widyatama.
Menurut Dadang, paradigma pendidikan tinggi saat ini telah berubah. Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menyusun kurikulum berdasarkan perspektif akademik, tetapi harus memastikan materi pembelajaran relevan dengan perkembangan dunia usaha, dunia industri, pemerintah, serta kebutuhan masyarakat.
“Kurikulum bukan hanya bagus menurut perguruan tinggi, tetapi juga harus sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga tercipta link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” ujarnya.
Karena itu, Universitas Widyatama terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, mulai dari pelaku industri, pemerintah, hingga alumni yang telah berkarier di berbagai sektor.
Masukan dari para mitra tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum maupun pengembangan kompetensi mahasiswa.
Selain kurikulum, Universitas Widyatama juga memprioritaskan peningkatan kualitas dosen melalui pengembangan kompetensi, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, serta percepatan jabatan fungsional guru besar.
Dadang menjelaskan bahwa hasil penelitian dosen nantinya akan menjadi dasar dalam memperbarui materi pembelajaran sehingga isi perkuliahan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Di Tengah Persaingan Mahasiswa Baru, PTS Dituntut Terus Tingkatkan Kualitas
Di sisi lain, ia mengakui perguruan tinggi swasta saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Persaingan dalam penerimaan mahasiswa baru semakin ketat, sementara tuntutan pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan juga terus bertambah.
Sebagai rektor, ia menandatangani Perjanjian Kinerja dengan Kementerian yang memuat berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan dievaluasi setiap tahun. Selain memenuhi target tersebut, universitas juga harus mengejar sasaran mutu internal dan akreditasi institusi maupun program studi.
“Perubahan regulasi berlangsung sangat cepat. Kami harus mampu beradaptasi agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Dadang optimistis Universitas Widyatama mampu terus berkembang. Penguatan sumber daya manusia, kurikulum, riset, serta kolaborasi dengan dunia industri diyakini menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya, tetapi juga dari sejauh mana lulusan tersebut mampu memberikan kontribusi di dunia kerja dan masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak, menghasilkan lulusan berkualitas, serta mampu menjawab tantangan masa depan,” tutupnya.







































