www.bisnistoday.co.id
Rabu , 5 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Kredit Makin Naik, Tapi Yang Menabung Makin Sedikit
HEADLINE NEWS

Kredit Makin Naik, Tapi Yang Menabung Makin Sedikit

Pinjaman makin naik. Pasar sepi pada awal ramadan
Pasar Tradisional Sepi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kondisi perekonomian khususnya daya beli masyarakat kian hari makin terus bergerak turun, ditengah kondisi ekonomi nasional yang juga seret. Hal tersebut membuat pengamat makin khawatir masa depan ekonomi Indonesia.

”Pesimisme berasal dari daya beli masyarakat yang masih lemah (sisi demand) dan semakin ketatnya likuiditas (sisi supply) tercermin pada pertumbuhan kredit yang tinggi, namun di sisi lain pertumbuhan DPK (Dana Pihak Ketiga) terus melambat,” ungkap Dr. Aviliani, Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perbankan (PKEP) PERBANAS menanggapi rilis Bank Indonesia di Jakarta, baru- baru ini.

“Sumber optimisme berangkat dari ambisi target pertumbuhan 8% yang diharapkan dapat mendorong laju ekonomi lebih cepat. Di sisi lain, pesimisme berasal dari daya beli masyarakat yang masih lemah.”

Selain dipengaruhi oleh faktor struktural seperti daya beli, kredit perbankan juga dipengaruhi oleh ketidakpastian. Hal ini dapat terlihat dari pertumbuhan kredit tahun 2023 (yoy) lebih rendah dibanding 2024. Hal ini dikarenakan para pelaku ekonomi “wait and see” karena menunggu hasil Pilpres 2024. Kemudian, setelah Prabowo diketahui menang satu putaran pada Februari 2024 pertumbuhan kredit (yoy) menjadi stabil tumbuh double digit.

Baca Juga : INDEF : Pertumbuhan Ekonomi 8% Sulit Diraih Tanpa Didukung Industri Yang Kuat

“PERBANAS berharap momentum Ramadhan selama bulan ini dapat mendongkrak pertumbuhan kredit (yoy) sebagaimana terjadi pada tahun sebelumnya di mana pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada periode Maret-April sebesar 12%-13%.”

Aviliani mengatakan, siklus kredit masyarakat biasanya dipengaruhi oleh 3 periode yaitu Ramadhan dan Idul Fitri, periode awal masuk sekolah (Juni-Juli), dan periode Natal dan tahun baru. “Pola yang sama juga terjadi pada periode sebelum anak masuk sekolah dan libur Nataru di mana sebelum periode tersebut kredit akan tumbuh (mtm), namun akan melambat setelah periode tersebut berlalu.”

Aviliani menjelaskan, berdasarkan proyeksi Office of Chief Economist PERBANAS pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2025 diproyeksi akan berada di level 10,6%± 1,0%(yoy). Proyeksi ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit BI yaitu sebesar 11%-13%(yoy).“Sumber optimisme berangkat dari ambisi target pertumbuhan 8% yang diharapkan dapat mendorong laju ekonomi lebih cepat.”

Berdasarkan data OJK, rata-rata pertumbuhan kredit sepanjang 2024 sebesar 10,4%(yoy). Di sisi lain, data OJK per Januari 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit (yoy) sebesar 10,3% di mana lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Trend ini sesuai dengan ekspektasi dan proyeksi kami di PERBANAS. Di mana Trend pertumbuhan kredit sepanjang 2025 diprediksi akan lebih rendah dari tahun sebelumnya.”

Avliani mengutarakan, prediksi Office of Chief Economists PERBANAS pada tahun sebelumnya sejalan dengan realisasi pertumbuhan kredit 2024 yaitu sebesar 10,4%(yoy). “Pada tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2025 berada di level 10,6%± 1,0%(yoy).”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aluminium Ekstrusi
HEADLINE NEWS

Kuartal III-2026, PMI Manufaktur Nasional Catatkan Perbaikan

JAKARTA, Bisnistoday- Sektor industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif dan memasuki...

Ojek Asmat
HEADLINE NEWS

Driver Ojol Jadi UMKM Mesti Lebih Sejahtera Bukan Malah Merana

JAKARTA, Bisnistody – Rencana pemerintah menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku...

Harga CPO
HEADLINE NEWS

Harga CPO Terkoreksi, Kenaikan Harga Terjadi Untuk Biji Kakao, Getah Pinus, dan Produk Kayu

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit...

Kekeringan
HEADLINE NEWSNasional

Ratusan Wilayah Darurat Kekeringan dan Belum Semua Tertangani

JAKARTA, Bisnistoday - Tercatat sebanyak 294 lokasi kekeringan akibat El Nino di...