www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Penyediaan Pengisian Kendaraan Listrik Segera Diatur
Sektor Riil

Penyediaan Pengisian Kendaraan Listrik Segera Diatur

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan mempersiapkan regulasi dan infrastruktur Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Sebagai persiapan, Kemendag menggandeng Korean Testing Certification Institute (KTC) Korea Selatan untuk menggelar lokakarya (workshop) Sistem Manajemen Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) di Hotel Borobudur, Jakarta, baru-baru ini.

“Kementerian Perdagangan berkomitmen memastikan bahwa stasiun pengisian mengukur jumlah listrik yang dikonsumsi kendaraan secara akurat. Hal ini untuk memastikan transaksi yang adil dan transparan antara pengguna dan penyedia layanan,” terang Direktur Metrologi Sri Astuti dalam sambutan pembukanya.

Lebih lanjut, seluruh dunia berupaya memerangi perubahan iklim dan meningkatkan kualitas udara. Hal ini menyebabkan penggunaan kendaraan listrik semakin dipertimbangkan.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang relatif besar dan ekonomi yang tetap bertumbuh menunjukkan minat untuk mempromosikan kendaraan listrik. Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mengembangkan industri kendaraan listrik dan menetapkan target adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

“Namun, infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik secara luas, termasuk jaringan stasiun pengisian daya, masih merupakan tantangan yang signifikan. Begitu pula halnya dengan infrastruktur metrologi legal,” ungkap Sri.

Lokakarya tersebut digelar dalam kerangka kerja sama International Standards Cooperation Program (ISCP). Ketua Tim Perencanaan, Analisa, dan Kemitraan Direktorat Metrologi Denny Tresna Seswara menyampaikan, kerja sama ISCP antara Indonesia dan Korea Selatan tersebut telah dimulai dari 2021 dan akan berakhir di Desember tahun ini.

Perwakilan KTC yang menangani program ISCP Sang-Hyub Choi, memaparkan mengenai program kerja sama di bidang metrologi legal yang saat ini telah berlangsung antara Indonesia dan Korea Selatan. Korea Selatan telah memberikan pelatihan secara daring mengenai sistem manajemen Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) pada 2021.

“Setelah pandemi Covid-19 berlalu, kerja sama dilanjutkan dengan program undangan untuk lima orang SDM metrologi legal dari Indonesia untuk mendapatkan pelatihan secara langsung dari pakar di Korea untuk topik Sistem Manajemen BDKT, serta mengadakan seminar bagi pemangku kepentingan Indonesia pada 2022. Tahun ini, sesuai permintaan Direktorat Metrologi, program undangan dan lokakarya mengangkat tema Sistem Manajemen EVSE,” ujar Choi.

Perwakilan KTC lainnya Jun-Young Park memaparkan mengenai program kerja sama lanjutan yang telah diajukan kepada Korea International Cooperation Agency (KOICA). Kerja sama ini akan bersifat lebih detail dan komprehensif dalam mendukung pengembangan sistem manajemen EVSE di Indonesia melalui program undangan pelatihan serta bantuan infrastruktur pengujian EVSE di Direktorat Metrologi. Program yang sedang diusulkan tersebut senilai USD 7 juta.

Sebagai langkah selanjutnya, Direktorat Metrologi didampingi KTC akan mulai mempersiapkan survei pendahuluan yang akan dilakukan KOICA pada akhir 2023, untuk kerja sama yang akan diimplementasikan pada 2025–2027 mendatang.

Namun, KTC tetap akan mempersiapkan program ISCP lanjutan di tahun depan untuk periode 2024–2026. Dengan demikian, kerja sama Indonesia-Korea masih tetap berlangsung selama KOICA menggelar studi kelayakan pada tahun depan.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Resmi Berlakukan Mandatori B50, Prabowo Klaim Indonesia Stop Impor Solar Bulan Ini

JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan penghentian total kebijakan impor Bahan Bakar...

Kunjungan Denso
Sektor Riil

Pabrikan Manufaktur Denso Minta Penyederhanaan Administrasi serta Peningkatan Infrastruktur

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerima perwakilan principal Denso...

Kota Riyadh
Sektor Riil

Perubahan Bea Masuk Arab Saudi, Kemendag Tetap Dorong Daya Saing Produk Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan RI mendorong produk Indonesia untuk tetap berdaya...

Direktur Utama PTPN I (Persero), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU, ASEAN Eng (baju batik) (Dok:PTPN)
Sektor Riil

PTPN I Perkuat Ekonomi Daerah Melalui Industri Tembakau

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat perannya sebagai penggerak...