www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 22 Agustus 2026
Home LIFESTYLE Komunitas Perkuat Ketahanan Keluarga, 35 Kader PKK Desa Cisondari Dibekali Pencegahan TB-Stunting
Komunitas

Perkuat Ketahanan Keluarga, 35 Kader PKK Desa Cisondari Dibekali Pencegahan TB-Stunting

UPI Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Cegah TB dan Stunting di Desa Cisondari.
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat upaya pencegahan tuberkulosis (TB) dan stunting pada anak melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Program bertajuk “Mitigasi TB-Stunting Berbasis Ketahanan Keluarga” tersebut melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari setiap Rukun Warga (RW).

Sebanyak 35 kader PKK mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan edukasi gizi, pencegahan TB, serta pendampingan keluarga berisiko. Keterlibatan kader dari setiap RW diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat keluarga.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat UPI, Sarah Nurul Fatimah, M.Tr.Sos., mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam memutus risiko TB dan stunting karena menjadi lingkungan terdekat bagi tumbuh kembang anak.

“Stunting dan infeksi TB anak adalah lingkaran setan yang harus diputus dari unit terkecil, yaitu keluarga. Kehadiran 35 kader tangguh dari setiap RW di Cisondari ini adalah aset luar biasa,” ujar Sarah, dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Menurut Sarah, para kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui pelatihan, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang dapat melakukan edukasi dan pemantauan kesehatan keluarga di wilayah masing-masing.

Program pengabdian tersebut mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui hibah BIMA skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).

Tim multidisiplin UPI dalam program ini terdiri atas Sarah Nurul Fatimah dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga sebagai ketua, Ridha Wahdini, S.Kep., Ners., M.Kep. dari Program Studi Keperawatan, serta Lia Shafira Arlianty, S.Pd., M.Si. dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari kedua program studi tersebut.

Untuk memperkuat kapasitas kader dalam mencegah TB dan stunting di Desa Cisondari, tim UPI melaksanakan program melalui tiga pertemuan utama.

Pertemuan pertama bertajuk “Kader Cerdas Gizi” yang berfokus pada peningkatan keterampilan kader dalam memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi bagian dari materi agar edukasi lebih mudah diterapkan oleh keluarga.

Selanjutnya, melalui pertemuan “Rumah Tangguh TB-Stunting”, kader mendapatkan pengetahuan mengenai deteksi dini tanda bahaya TB pada anak serta langkah-langkah pencegahan penularan TB di lingkungan rumah.

Sementara itu, pertemuan “Sahabat Keluarga Sehat” diarahkan pada peningkatan kemampuan komunikasi kader. Melalui teknik microteaching, kader dilatih menyampaikan informasi kesehatan secara efektif dan melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan.

Sarah menambahkan, pembekalan kader juga dilengkapi dengan berbagai media edukasi yang dapat digunakan setelah kegiatan pelatihan selesai.

“Para kader bukan sekadar peserta, melainkan agen perubahan yang kini telah dibekali pengetahuan dan alat monitoring untuk menyelamatkan masa depan anak-anak di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Dibekali Buku Saku dan Alat Monitoring

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pengabdian UPI menyediakan Buku Saku “Keluarga Tangguh TB-Stunting” dalam format cetak berwarna dan digital melalui QR Code.

Selain buku saku, kader memperoleh Lembar Cek “Rumah Sehat” dan Form Monitoring Ringkas. Berbagai media tersebut dirancang agar mudah digunakan ketika kader melakukan edukasi maupun pemantauan keluarga secara door-to-door.

“Dengan adanya perangkat edukasi dan monitoring tersebut, kader diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga di lingkungan masing-masing. Pendekatan berbasis keluarga juga memungkinkan upaya pencegahan TB dan stunting dilakukan secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Sarah.

Kolaborasi UPI dengan kader PKK dan masyarakat Desa Cisondari menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat di bidang kesehatan dan ketahanan keluarga.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan 35 kader PKK, tetapi juga mendorong terbentuknya keluarga yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko TB dan stunting. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, unggul, serta berdaya saing.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Komunitas

Gempolin Bikin Warga Gempol Sari Antusias Kelola Sampah

BANDUNG, Bisnistoday - Program Gempolin (Gerakan Mengolah Data, Pilah, Olah, Manfaatkan Sampah Terintegrasi...

Komunitas

Prakarsa Warga Rayakan Kemerdekaan Lewat Seni dan Kebudayaan di Balai Warga Ciganjur

JAKARTA, Bisnistoday  - Prakarsa Warga menggelar Semarak Merdeka 2026 di Balai Warga...

Komunitas

Festival Pahlawan Anak, Bangun Ekosistem Perlindungan Anak

JAKARTA, Bisnistoday — Festival Pahlawan Anak yang berlangsung di Main Atrium, Gandaria...

Pementasan Urban Raga di Teater Salihara, Rabu (12/8/2026). (dok: Afif C Kusuma | @javaistan)
HumanioraKomunitas

Membaca Problematika Kota Melalui Gerak Tubuh  

JAKARTA, Bisnistoday - Di panggung yang temaram, puluhan lelaki dan perempuan itu...