www.bisnistoday.co.id
Minggu , 25 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Pertamina Perkuat Aspek ESG untuk Bisnis Berkelanjutan
BURSA & KORPORASIKorporasi

Pertamina Perkuat Aspek ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

Social Media

JAKARTA, Bisnitoday – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola aset Negara di sektor energi khususnya minyak dan gas (Migas), Pertamina telah berupaya menjalankan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan, peduli dan beodayrtanggung jawab secara sosial, serta tata kelola yang baik.

Hal ini dibuktikan dengan penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG) diseluruh lini bisnis perusahaan dari hulu, pengolahan hingga hilir. Aspek ESG Pertamina ini diterjemahkan dalam 10 fokus keberlanjutan dan 16 inisiatif yang sejalan dengan Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development Goals -SDGs).

“Di usia jelang 65 tahun, kami berkomitmen untuk menjalankan bisnis berkelanjutan karena didorong oleh kesadaran untuk tidak mengorbankan kemampuan generasi mendataang dalam memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Pjs Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Heppy Wulansari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/11).

Di bidang lingkungan, Pertamina mendukung Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) dengan mengembangkan peta jalan yang meliputi dua pilar, yakni dekarbonisasi aset dan membangun bisnis hijau serta tiga enabler yaitu pelaporan dan penghitungan karbon, penguatan kapabilitas dan organisasi, dan keterikatan pemangku kepentingan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina juga menjalankan delapan inisiatif transisi energi dalam rangka memproduksi Energi Baru Terbarukan. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina menargetkan pengurangan emisi sebesar 30% pada 2030. Proses pencapaian target sudah mulai dirasakan dengan menurunnya emisi sebesar Juta Ton CO2 Equivalent (MmtCO2E) selama kurun waktu 2010 – 2021. Hasil tersebut diperoleh

dari upaya-upaya efisiensi energi di lini bisnis Hulu dan Pengolahan yang memanfaatkan kembali panas yang dihasilkan dari limbah dan inisiatif lain dari aktivitas Geothermal; pemanfaatan Flare Gas untuk penggunaan sendiri dan suplai gas bagi konsumen di sektor hulu dan pengolahan, gasifikasi bahan bakar serta komersialisasi pelepasan CO2 kepada konsumen sektor hulu dan optimalisasi aktivitas Geothermal.

“Kami melibatkan mitra nasional dan internasional untuk mengeksplorasi kemitraan dalam rangka mendukung program dekarbonisasi dan mempercepat pertumbuhan EBT,” ungkap Heppy.

Di bidang Sosial, Pertamina mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan pilar Pertamina Green untuk mendukung pelestarian lingkungan, salah satunya melalui program Biodiversity. Melalui program keanekaragaman hayati Pertamina berhasil menanam lebih dari 4,1 juta pohon, konservasi 95 jenis tumbuhan. Sedangkan untuk fauna terdapat 261 jenis Hewan dengan total lebih dari 800 ribu yang dikonservasi.

Selain itu, melakukan pembinaan kepada UMKM Binaan di tengah Pandemi Covid-19 agar lebih cepat bangkit melalui SMEXPO. Lalu, sejak 2019, Pertamina melakukan program affirmative recruitment bagi Penyandang Disabilitas. Bersama BUMN lainnya, Pertamina menjangkau kelompok jaringan Penyandang Disabilitas untuk menginformasikan peluang yang ada di Pertamina Group. Membentuk komunitas pekerja perempuan “Srikandi” dengan empat program utama, Keberlanjutan, Pembangunan, Kesejahteraan, dan Kemitraan & Komunikasi.

“Dari sisi sosial, Pertamina juga berkomitmen untuk mendukung perlindungan dan penghormatan Hak Asasi Manusia dalam setiap kegiatan usaha,” tutur Heppy.

Dalam hal tata kelola, tambahnya, Pertamina telah memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk lingkup korporat. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bukti Pertamina sebagai Holding BUMN migas telah menerapkan sistem manajemen anti penyuapan di seluruh proses bisnisnya.

Penerapan SMAP juga menjadi upaya memperkuat tata kelola bisnis bersih dan transparan, yang sejalan dengan komitmen pada pengelolaan ESG serta SDGs. Hingga 31 Desember 2021, tercatat ada 19 entitas PERTAMINA Grup yang telah mengimplementasikan ISO 37000:2016.

Dalam hubungan dengan pemasok, Perusahaan juga menyertakan beberapa klausul terkait antikorupsi dalam proses registrasi pemasok sebagai bagian dari due diligence.

Dengan komitmen yang tinggi terhadap Lingkungan, Sosial, Tata Kelola dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut, sejak Oktober 2022 rating ESG Pertamina semakin baik dengan skor 22.1. Lembaga ESG Rating Sustainalytics menilai berada pada tingkat risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG. Peringkat Risiko ESG tersebut juga menempatkan Pertamina berada di peringkat 2 secara global dalam sub- industri Integrated Oil & Gas. Posisi ini melonjak tinggi dari peringkat nomor 8 dari 54 perusahaan yang sama di tahun 2021.

“Komitmen keberlanjutan yang kuat ini mengantarkan kami dapat bersaing dengan perusahaan energi global lainnya,” tandas Heppy./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Terhadap Pelanggaran di Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda kepada...

Hutama Karya
Korporasi

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tumbuh hingga Triwulan III 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) membukukan pertumbuhan laba...

Kantor Jasa Marga
Korporasi

Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi “Buyback” Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memantau perkembangan dan...

Korporasi

YILI Raih Primaniyarta Award 2026 Melalui Kontribusi Industri FMCG ke Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– PT Yili Indonesia Dairy (YILI) meraih Primaniyarta Award 2026 dalam...