JAKARTA, Bisnistoday- Mirae Asset Sekuritas membukukan peningkatan transaksi obligasi pemerintah dan korporasi sebesar 105% pada kuartal III/2022 dibandingkan dengan transaksi pada kuartal III/2021. Hal ini diungkapkan oleh Nita Amalia, Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas.
Menurut Nita Amalia, membaiknya transaksi ini sejalan dengan kenaikan ranking bulanan perusahaan efek yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia dibanding rata-rata ranking pada 2021 dan 2020.
“Tahun ini, posisi Mirae Asset Sekuritas di pasar obligasi korporasi didominasi oleh peringkat 4 nilai transaksi terbesar di antara 122 perusahaan efek, dan peringkat 8 nilai transaksi terbesar di pasar obligasi pemerintah.” ujar Nita Amalia, saat Media Day: November 2022 – Economic and Bond Market Updates, Will the Volatility Remains? di Jakarta, Kamis (3/11).
Menurut Nita, besarnya modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Mirae Asset Sekuritas sekitar Rp 1,3 triliun memungkinkan dilakukannya transaksi volume besar melalui perusahaan, termasuk transaksi obligasi.
Layanan komprehensif Mirae Asset Sekuritas yang lain di pasar obligasi termasuk kegiatan penjaminan emisi efek utang (obligasi, MTN dan NCD), update pasar rutin harian dan bulanan, webinar Youtube bulanan, client gathering, dan warehousing obligasi.
Momentum Menarik
Dhian Karyantono, Fixed Income Research Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan di pasar surat utang, terjadi tren penurunan harga SBN yang tercermin dari kenaikan yield seri acuan 10 tahun hingga 7,67% pada 25 Oktober 2022 sebelum cenderung melandai hingga 7,54% di akhir Oktober 2022.
Meskipun demikian, Dhian menilai kondisi pasar obligasi saat ini cenderung undervalued dan memprediksi harga obligasi 10 tahun bisa naik sehingga menekan yield-nya hingga ke level 7,26% pada akhir tahun dengan asumsi skenario moderat.
“Potensi melandainya yield SBN di akhir tahun dibanding kondisi saat ini dapat menjadi momentum untuk masuk ke instrumen SBN,” tutur Dhian./




































