www.bisnistoday.co.id
Minggu , 25 Oktober 2026
Home GLOBAL Presiden : Pemerintahan Inklusif di Afghanistan Belum Terwujud
GLOBALNASIONAL & POLITIK

Presiden : Pemerintahan Inklusif di Afghanistan Belum Terwujud

Presiden Menghadiri KTT ASEM melalui viirtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jumat.
Social Media

JAKARTA,Bisnistoday- Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat. Presiden Joko Widodo menyoroti tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan yang memburuk karena pemerintahan inklusif yang belum terwujud.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi  saat berbicara secara virtual pada Sesi Retreat KTT ASEM ke-13, sebagaimana siaran pers yang diterima dari Biro Pers Sekretariat Presiden, di Jakarta, Jumat malam.

“Saat ini, pemerintahan inklusif belum terwujud. Situasi kemanusiaan memburuk. Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Presiden Jokowi.

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang menjadi perhatian Indonesia. Pertama, isu pemberdayaan perempuan. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.


Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” tuturnya.

Kedua, kerja sama antarulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” jelasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pemilihan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan
NasionalNASIONAL & POLITIK

Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Bikin PWI Lampung Kian Solid

LAMPUNG, Bisnistoday.co.id - Kontestasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung memasuki babak penting....

Petugas kepolisian berjaga saat api berkobar di Paris pada Minggu malam. Foto: Abdul Saboor/Reuters
GLOBAL

Macron Kecam Aksi Kerusuhan, Mendagri Prancis Dituntut Mundur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Bentrokan yang berujung kericuhan dan penjarahan mewarnai aksi unjuk...

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...

Kementerian ATR BPN
NasionalNASIONAL & POLITIK

Uunk Din Parunggi Naik Jadi Kepala Biro Humas ATR BPN

JAKARTA, Bisnistoday – Uunk Din Parunggi, S.SiT., M.A.P., QRMP., mendapat amanah baru...